Tampilkan postingan dengan label Info. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Mei 2011

PROSEDUR DARURAT GEMPA BUMI

Semalam, banyak Broadcast Message dari teman - teman yang mampir di BBM saya, isinya mengabarkan akan terjadi bencana Gempa Bumi sebesar 8 SR di Indonesia terutama di  Jakarta, Sumatera dan Jawa dna kita diminta untuk siap-siap menghadapi kondisi ini.

Khabarnya issue ini bikin sejumlah masyarakat panik ( termasuk saya :D ), tapi Alhamdullilah masih diberikan akal sehat untuk tidak panik bahaya, diskusi sama teman-teman cukup bikin hati tenang. Yang saya lakukan semalam adalah : mengupdate tas darurat saya, karena saya yakin pakaian sudah tidak layak pakai (alias kekecilan) dan beberapa dokumen harus diperbaharui juga.

Dan, pagi ini saya kembali buka-buka arsip di kompie tentang Prosedur Darurat Gempa Bumi hasil browsing juga sih, dan daripada saya simpen aja, saya pilih untuk membagikannya ke temen-teman semua, siapa tahu bisa bermanfaat. Amin


informasi ini saya ambil dari website  :

PROSEDUR DARURAT GEMPA BUMI

Hal terpenting yang harus anda pahami bahwa, keselamatan adalah bukan factor keberuntungan. Anda dapat selamat dari gempa bumi dan meminimalkan kerusakannya dengan bersikap waspada dari berbagai potensi yang berbahaya dan melakukan beberapa persiapan dasar. Buatlah sebuah perencanaan dalam keluarga anda. Persiapkan diri anda dan keluarga seperti yang akan dipaparkan di sini.

196-27-indonesia-earthquake

CARA MELINDUNGI DIRI SAAT TERJADI GEMPA BUMI
1)    Tetap tenang dan cari tempat yang aman.
a)    Cari meja kokoh yang terdekat dengan anda.
b)    Berlindung dibawahnya.
c)    Lindungi kepala anda dengan bantal.

Apabila gempa cukup besar, kemungkinan benda-benda dan mebel dapat jatuh. Jadi cukup penting untuk melindungi kepala anda saat gempa.

d)    Segera cari pintu keluar.
e)    Jangan keluar secara terburu-buru.

Kepanikan dapat membuat saling bersesakan dan memakan korban karena berhimpitan,sesak dan terinjak-injak.

  • Gempa biasanya terjadi di bawah 60 detik (1 menit).
  • Gempa dapat membuat pintu melengkung sehingga tidak bisa dibuka.
  • Jatuhnya gelas, kaca dan barang barang adalah resiko utama saat bergegas keluar ruangan dalam suasana panic kala terjadi gempa.

2)    Mencegah kebakaran
a)    Padamkan semua api saat terjadi gempa, misal : matikan kompor, gas, oven, microwave.
b)    Matikan seluruh peralatan listrik
c)    Bila gempa telah selesai, pastikan untuk mematikan sircuit breaker (pusat listrik rumah anda).
d)    Bila ada percik api yang menyala, segera padamkan. 

Gunakan air untuk menyiram. Minta bantuan tetangga bila tidak segera padam.

Berusahalan tenang dan ingatlah : “ Padamkan Api”

3)    Menjauhlah dari jalanan sempit, tepi tebing, jurang, bukit dan pinggir sungai

a)    Jangan berdiri di bawah/sisi rumah/bangunan, karena atap, kaca, tembok maupun tiangnya dapat jatuh menimpa anda.
b)    Menjauhlah dari tebing, bukit dan pinggiran sungai karena tanah ditempat tersebut dapat terjadi longsor.

Evakuasi ke gedung yang kokoh atau lapangan bila memungkinkan.

4)    Prosedur evakuasi
  • Evakuasi adalah dengan ‘jalan’. Jangan evakuasi mengendarai mobil, karena dapat menyebabkan kemacetan. Seingga dapat terjebak dalam kemacetan.
  • Bawalah sebuah tas berisi barang pribadi anda secukupnya dan sepentingnya.
  • Gunakan pakaian yang nyaman saat evakuasi.
Tsunami : gelombang pasang yang bisanya terjadi setelah gempa berskala besar. Karenanya bergegas evakuasi bahkan sebelum alarm peringatan tsunami berbunyi. Waktu perkiraan = ?
  • Bila anda tinggal di pinggir pantai, evakuasilah dengan segera ke dataran tinggi, terutama bila terjadi gempa yang cukup besar.
  • Simak terus berita di radio tentang ‘tsunami’.
5)    Pastikan berita dan informasi yang anda terima adalah benar.
  • Jangan dengarkan rumor. Pantau berita dari TV & Radio.
Rumor akan menyebar dengan cepat setelah terjadi gempa.
Jangan dengarkan rumor!
  • Ikuti instruksi dari pejabat berwenang, kepolisian dan kantor pemadam kebakaran.
  • Gunakan fasilitas teleron seperlunya. ~~~> Menelepon setiap saat ke kantor polisi atau pemadam kebakaran, dapat mengganggu kerja mereka.
6)    Bergabunglah dengan para tim penolong atau tim SAR.
  • Berikan pelayanan darurat PPPK pada para korban luka.
  • Bersama-sama menolong para korban yang tertimpa reruntuhan.
Apabila korban luka cukup banyak, pelayanan darurat bisa tidak mencukupi bagi para korban.
Untuk individu :
Agar memahami pelayanan darurat PPPK  bagi para korban, ikutilah latihan pertolongan pertama dan penyelamatan yang diselenggarakan instansi pemadam kebakaran dan organisasi yang berkompeten lainnya.
Untuk lingkungan warga :
  • Sediakan peralatan darurat penyelamatan gempa seperti : senter, selimut dan sekop.
  • Setiap lingkungan warga, sangat penting memiliki tempat penyimpanan peralatan pernyelamatan termasuk peralatan PPPK
  • Semua warga diharapkan mengetahui tempat penyimpanan tersebut.

7)    Yang dilakukan bila mengendarai mobil terjadi gempa
  • Segera pinggirkan mobil ke tepi jalan yang kosong dan matikan mesin.
  • Dengarkan berita di radio.
  • Ikuti instruksi dari kepolisian
  • Evakuasilah dengan berjalan dan tinggalkan kunci mobil anda.
Pada saat gempa, sulit mengendarai mobil, seperti mengendarai mobil beroda datar.

PERSIAPAN RUTIN
  1. Berpartisipasi pada kelas evakuasi dan pelatihan antisipasi bencana alam.
  2. Diskusikan dalam keluarga anda, hal-hal apa yang dilakukan bila terjadi gempa.
Setiap anggota keluarga membahas tanggungjawab dan hal-hal penting seperti :
  • Dimana tempat teraman di dalam rumah (misal : meja terkokoh)
  • Dimana tempat PPPK
  • Apa saja benda yang berpotensi memicu kebakaran (kompor, oven listrik, microwave, peralatan listrik)
  • Siapa yang bertanggungjawab membawa terhadap bayi dan anak
  • Membuat rute evakuasi dari dalam rumah ke luar
  • Siapa yang bertanggungjawab membawa tas peralatan penyelamatan gempa (senter, selimut)
Persiapan rutin dalam keluarga terhadap gempa sangatlah penting. Hendaknya tempat dan rute evakuasi dipersiapkan dan dibina oleh warga lingkungan setempat.

     3. Cek kembali rumah dan isi rumah anda !
  • Bagaimana kondisi pondasi, tembok, atap dll. Bila rusak atau rapuh, segeralah ganti dan susun yang baru. Ini demi keselamatan seluruh penghuni rumah anda.
  • Perhatikan mebel di dalam rumah anda. Pastikan mereka berada pada tempat yang aman, agar tidak bahaya dan runtuh kala gempa.
  • Kunci lemari selalu yang berisi barang-barang/pernak-pernik pajangan anda. Agar lebih aman, beri sekat tambahan pada lemari anda, agar barang-barang di dalam lemari tidak berjatuhan dan berhamburan menimpa kepala anda.
  • Sediakan sandal jepit atau sepatu sneaker di dalam rumah. Berguna melindungi kaki anda dari pecahan kaca di lantai.
     4. Persiapkan tas berisi barang pribadi.
  • Masing-masing anggota keluarga mempersiapkan tas berisi barang pribadi secukupnya.
  • Letakkan di tempat yang mudah dijangkau, agar mudah dibawa kapanpun terjadi gempa.
  • Berat maksimal tas bagi laki-laki 15 kg. Berat maksimal tas bagi perempuan 10 kg.
  • Siapkan pula tas khusus anak/bayi berisi pakaian dan makanan/minuman secukupnya serta selimut.
sandal jepit - backpack - shangkala

    5.  Mencegah terjadinya kebakaran.
  • Perhatikan peralatan masak anda
    • Gunakan kompor minyak dan kompor gas yang aman dan mudah dimatikan.
    • Secara rutin, cek dan bersihkan seluruh peralatan kompor dan gas. Cek adakah kebocoran pada gas.
    • Pastikan di sekeliling kompor, oven dan microwave tak ada barang-barang yang mudah jatuh dan memicu kebakaran.
    • Perhatikan peralatan listrik anda
      • gunakan circuit breaker yang secara otomatis mati apabila terjadi gempa
6. Konfirmasi keluarga yang selamat.

Bila memungkinkan, siapkan dari awal sebuah tempat dimana keluarga anda berkumpul pada saat gempa selesai.
  1. Sediakan daftar telp penting
  • Keluarga/kerabat terdekat di luar kota/wilayah anda.
Sebagai antisipasi, bila gempa terjadi di wilayah anda, kerabat anda di wilayah lain dapat menjadi sentral kontak dan informasi bagi seluruh keluarga anda.
  • Pemadam kebakaran
  • Kepolisian

Minggu, 26 Desember 2010

Warga Ciledug DSK Kopdar yuuk

di Puri Beta, Ciledug lagi ada festival lumba-lumba
HTM rata-rata Rp, 25.000,-
sampai dengan 20 Januari 2011 ( kalo gak salah inget  )

belum sempet cek jam mainnya sih
tapi jadi kepikiran buat kopdar sama temen-temen di ciledug dsk nih...

yang mo ikutan kabarin yaa



Selasa, 21 Desember 2010

cowo ngambek

oleh Toge Aprilianto pada 05 Desember 2010 jam 16:47

berikut adalah kutipan tanya jawab berkait keluhan istri tentang sikap suami yang sulit dipahami, sementara si suami menuntut istrinya memahami

1. Kenapa sih cowo bisa jadi sensitif gitu? Aku kebayangnya sih mungkin karena perbedaan nilai hidup atau cara dia dibesarkan atau emang udah dari sononya? Ada sebab lain?

Dalam konteks sosial, budaya juga berpengaruh melalui penanaman kesadaran kolektif bahwa perempuan itu warga kelas dua. Bahkan, surga juga selalu digambarkan dipenuhi malaikat dan bidadari yang notabene mewakili sosok perempuan. Artinya, surga itu digambarkan sebagai tempat yang nyaman buat lelaki, tanpa kejelasan apakah perempuan menikmati surga yang seperti itu. :) Jadi, perilaku ngambek para lelaki itu bisa dilatarbelakangi juga oleh kesadaran kolektif bahwa lelaki itu berhak menguasai perempuan; sehingga ketika si perempuan tidak menampilkan perilaku yang menggambarkan sikap tunduk pada lelakinya, si lelaki menjadi tersinggung dan berupaya untuk mendapatkan kembali kendalinya atas si perempuan, dengan cara ngambek.

Dalam konteks keluarga, pola asuh punya pengaruh yang meyakinkan dalam hal pembentukan karakter anak yang tumbuh di dalam keluarga itu. Jadi, perilaku ngambek para lelaki itu bisa dilatarbelakangi oleh kebiasaan dilayani atau dibanjiri perhatian yang tidak sehat karena cenderung memanjakan. Apalagi, dalam keluarga tertentu, anak perempuan biasanya dibiasakan untuk membantu ibu mengurus rumah dan melayani kebutuhan seluruh anggota keluarga. Jadi, kalo perempuan ngurus dirinya sendiri, kalo lelaki diurus oleh perempuan dan mereka boleh bermain tanpa tanggungjawab ikut terlibat dalam urusan rumah.

Dalam konteks personal, komposisi hormonal dalam tubuh akan membentuk sebuah pola temperamen tertentu. Jadi, perilaku ngambek para lelaki itu bisa juga dilatarbelakangi oleh pola temperamen yang dimiliki. Biasanya, pribadi yang berpotensi menampilkan perilaku ngambek adalah mereka yang memiliki pola temperamen melankolis yang berkombinasi dengan pola plegmatis atau sanguinis sehingga pola agresinya jadi cenderung bersifat pasif. Ngambek, adalah salah satu tampilan agresi yang bersifat pasif.

Dengan demikian, secara umum dapat disimpulkan bahwa perilaku ngambek para lelaki itu dilatarbelakangi oleh kebutuhan berkuasa, sebagai implementasi dari kesadaran kolektif sebagai lelaki; yang ditampilkan dalam bentuk agresi pasif (=upaya menguasai dengan cara memanipulasi atau memanfaatkan kebutuhan merawat, dalam diri perempuan), sebagai hasil dari proses pembiasaan yang notabene merupakan bagian dari dinamika peran gender di dalam keluarga.

Repotnya, akibat latar belakang itu, kebanyakan perempuan memiliki kebutuhan merawat yang cukup besar, sehingga akhirnya para lelaki berhasil menguasai perempuan untuk melayani dirinya tanpa si perempuan jadi merasa dirugikan. Bahkan sebaliknya, si perempuan merasa dirinya punya peran yang penting dan dibutuhkan sehingga rela menjadi pelayan si lelaki. :)

---

2. Salah ga sih jadi sensitif seperti contoh di atas?

Karena kepribadian adalah buah dari proses yang terjadi antara karakter (pola asuh; nurture factor) dan temperamen (komposisi hormon; nature factor), maka tidak ada satupun pola kepribadian yang bisa disebut salah. itu sebabnya manusia memiliki hakikat yang disebut UNIK. Jadi, kalo mau dipermasalahkan, bukan soal pola kepribadian yang membuat si manusia jadi unik, yang perlu dipermasalahkan, tetapi, bagaimana implementasi pola kepribadian yang dimilikinya itu, di dalam hidup kesehariannya, termasuk di dalamnya adalah bagaimana ia berinteraksi dengan manusia lain yang memiliki keunikan masing-masing.

Dalam kehidupan pernikahan, kecenderungan menjadi sensitif juga bukan suatu hal yang bisa disebut salah, apalagi masalah. Dengan demikian, supaya sikap sensitif yang dimiliki suami tidak mengganggu kenikmatan pernikahan, istri perlu memahami apa yang melatarbelakangi sikap sensitif suami itu; karena hanya dengan memahami hal itu, istri bisa membangun alternatif perilaku guna menghadapi sensitivitas suami yang kadang dirasakan berlebihan.

---

3. mau donk dikasih beberapa tips (plus penjelasannya) cara menghadapi cowo sensitif kayak gitu.

karena yang kita bicarakan adalah sikap yang notabene adalah kecenderungan berperilaku, maka yang perlu dipelajari adalah keterampilan memeriksa apa kebutuhan yang melatarbelakangi sikap dan/atau perilaku tersebut.

Ada 4 kombinasi kebutuhan yang melatarbelakangi sikap dan/atau perilaku:

a. kebutuhan untuk mendapatkan sesuatu.

Contoh: suami ngambek karena ia cari perhatian; berarti ia butuh perhatian.

b. kebutuhan untuk menghindari sesuatu.

Contoh: suami ngambek karena ia menyembunyikan sesuatu; berarti ia ngambek supaya istri ga tanya macem-macem. :)

c. kebutuhan untuk mendapatkan sesuatu demi menghindari sesuatu.

Contoh: suami ngambek karena ia cari perhatian dalam rangka mengalihkan perhatian istri supaya si istri ga tanya kenapa ia pulang pagi tanpa ada kejelasan kemana n ngapain n sama siapa.

d. kebutuhan untuk menghindari sesuatu demi mendapatkan sesuatu.

Contoh: suami ngambek karena ia ga mo nganter istri ke rumah orangtuanya, supaya ia bisa nonton siaran langsung sepakbola di rumah.

Ngambek adalah perilaku yang tidak rasional. Sementara, pernikahan adalah dunia orang dewasa sehingga orang-orang yang memutuskan masuk ke dalamnya dituntut berperilaku sebagai orang dewasa (secara psikologis, bukan sekedar secara kronologis/ usia). Artinya, ia memiliki kesanggupan (mau dan mampu) menghadapi segala situasi dengan keseimbangan rasional dan emosional yang baik sehingga tanggapannya bisa bersifat konstruktif.

Dengan demikian, karena suami punya tuntutan berperilaku sebagai orang yang dewasa, maka perilaku ngambeknya suami tidak perlu selalu ditanggapi dengan mengikuti keinginannya. Nah, melakukan pemeriksaan terhadap kebutuhan yang melatarbelakangi ngambeknya suami, akan membantu para istri untuk memetakan alternatif sikap dan/atau perilaku apa yang akan ia tampilkan dalam rangka menghadapi ngambeknya si suami itu.

catatan:

cerita komplitnya ttg hal-hal berkait kebutuhan itu, ada di buku "kurangkul diriku demi merangkul bahagiaku".

salam,

ge


MENGETAHUI POTENSI vs MEMANFAATKAN POTENSI


oleh Toge Aprilianto pada 05 Desember 2010 jam 16:15

Bila kita bicara tentang tumbuh-kembang anak, berkait dengan masalah pendidikan ataupun aktivitas bersekolah, maka kecerdasan menjadi hal utama yang banyak dibicarakan. Kita hampir selalu berpikir bahwa kecerdasan adalah hal yang paling penting diupayakan untuk tumbuh dan berkembang hingga titik optimal. Kecerdasan adalah faktor penentu keberhasilan hidup seorang anak, kelak kemudian hari. Jadi, kecerdasan wajib menjadi pusat perhatian dalam pembahasan tentang proses tumbuh-kembang anak, apalagi dalam pembahasan tentang pendidikan dan aktivitas bersekolah.

Untuk itu, sebelum kita bicara terlalu jauh tentang kecerdasan dan apa yang penting diperhatikan untuk mendukung proses tumbuh-kembang seorang anak, maka marilah kita renungkan sejenak: Sebetulnya, untuk kepentingan siapa kita bicara tentang hal itu. Untuk kepentingan anak atau untuk kepentingan orangtua? Bila anda menyimpulkan bahwa pembicaraan tentang hal itu adalah untuk kepentingan anda selaku orangtua, maka sebaiknya anda berhenti di sini dan abaikan naskah yang sedang anda baca ini. Bila anda menyimpulkan bahwa pembicaraan tentang hal itu adalah untuk kepentingan anak anda, ayo kita lanjutkan pembahasan tentang itu.

Bila kita setuju bahwa anaklah yang menjadi pusat perhatian, maka seluruh pemikiran kita tentang hal itu perlu diarahkan berdasarkan kepentingan anak. Berkait dengan isu tentang kecerdasan, maka yang perlu dipahami adalah bahwa fokus perhatian kita selalu pada MAKNA kecerdasan, bukan SKOR atau nilai angka yang mewakili/ menunjukkan posisi si anak dibanding anak lain di kelompok usianya. Jadi, pola berpikir kita perlu diarahkan untuk memahami bagaimana tingkat kemampuan si anak mengolah dan memanfaatkan pengetahuan yang dimiliki untuk hidup lebih baik. Bukannya sekedar menjadi tahu apakah si anak dinilai lebih baik atau kurang baik, dibanding anak lain yang seusia.

Hal ini penting diperhatikan, karena kecerdasan pada prinsipnya akan berkait erat dengan kemampuan belajar. Semakin tinggi tingkat kecerdasan seorang anak, semakin tinggi juga kemampuan belajar yang dimiliki. Dengan demikian, wajar kalau anak yang kurang cerdas menjadi nampak kurang punya minat belajar. Masalahnya, kita tidak boleh membabi buta menyimpulkan bahwa anak yang kurang memiliki minat belajar adalah anak-anak yang kurang cerdas. Artinya, anak yang kurang cerdas memang akan cenderung kurang memiliki minat belajar; tapi mereka yang kurang punya minat belajar, tidak selalu berarti kurang cerdas. Ada banyak faktor lain yang membuat mereka tidak memiliki minat belajar, dan beberapa diantaranya sama sekali tidak berkaitan dengan kecerdasan.

Faktor paling rawan adalah kurangnya pemahaman orangtua dan/atau guru, tentang belajar. Seringkali, anak-anak menjadi enggan atau malas belajar, justru karena mereka disuruh belajar. Tidak ada satupun anak yang mau disuruh belajar. Justru, kalau ada anak yang bersedia disuruh belajar, berarti ia ada di luar kategori normal. Hal ini juga penting diperhatikan karena berkaitan dengan proses perkembangan kecerdasan. Kalau kita mau anak-anak belajar, maka yang kita perlu lakukan adalah menyuruh mereka bermain. Makin banyak aktivitas bermain yang anak lakukan, makin banyak juga proses belajar akan terjadi, yang pada gilirannya berarti makin bagus juga perkembangan kecerdasannya.

Mengapa bermain? Ya, karena bermain akan mengakomodasi proses asimilasi (pertemuan informasi lama [di dalam ingatan] dan informasi baru) serta proses akomodasi (percampuran informasi lama dan informasi baru guna membentuk pemahaman dan pemaknaan baru). Hal ini yang akan membuat saraf-saraf otak dirangsang untuk saling terhubung dan berkaitan. Hal itu yang membuat potensi kecerdasan seseorang bertumbuh dan berkembang mencapai batas optimal sesuai kapasitas yang dimiliki. Kalau tidak terjadi proses itu, maka saraf-saraf di otak itu akan seperti jalanan di kompleks perumahan yang meski banyak, buntu semua karena diportal, sehingga tetap tidak dapat dimanfaatkan secara optimal.

Selain asimilasi dan akomodasi, proses lain yang tidak kalah penting, bahkan juga menjadi faktor yang menentukan adanya perbedaan tingkat kecerdasan antar individu, adalah proses ekuilibrium. Ketika mendapat masukan informasi baru, maka sistem kecerdasan kita mengalami gangguan keseimbangan. Kalau proses ekuilibriumnya berjalan baik, maka proses asimilasi dan akomodasi akan berjalan baik. Kalau proses ekuilibrium tidak optimal, proses asimilasi dan akomodasi juga akan terganggu, sehingga proses belajar secara keseluruhan juga terganggu.

Kembali pada keterkaitan dengan upaya mendukung proses tumbuh-kembang anak, masih banyak juga orangtua yang merasa perlu melakukan tes-IQ guna mengetahui potensi kecerdasan anak. Mengenai hal ini, yang paling perlu diperhatikan oleh orangtua adalah untuk apa tes itu dilakukan. Artinya, kalau orangtua mengetahui angka nilai IQ yang dimiliki si anak, apa tindaklanjutnya kemudian? Perbedaan apa yang akan memberikan nilai tambah bagi anak, setelah angka nilai IQ diketahui. Bila memang tes itu dilakukan untuk kepentingan anak, maka orangtua punya tanggungjawab memastikan pengetahuan tentang angka nilai IQ itu akan membawa manfaat buat si anak. Bila anak tidak mendapatkan manfaat secara faktual, dari angka nilai IQ yang diketahui orangtua, maka sebaiknya tidak perlu apa upaya pemeriksaan kapasitas dan potensi kecerdasan karena hal itu merupakan sebuah pemborosan energi fisik, mental serta material-finansial. Selanjutnya, lebih baik energi itu digunakan untuk seluas-luasnya menyediakan kesempatan mencoba, menelusuri, meng-utak-atik, bertanya dan mencari jawaban, agar anak memiliki kesempatan belajar untuk mengembangkan potensi kecerdasannya secara maksimal.

Sampai di sini, mungkin anda lalu bertanya-tanya: kalau pemeriksaan kapasitas dan potensi kecerdasan tidak WAJIB dilakukan, karena akan bergantung pada kebutuhan dan manfaat bagi anak, lalu apa yang perlu dilakukan orangtua untuk membantu proses tumbuh-kembang anak-anak hingga ke titik optimal? Jawaban dari pertanyaan itu ada pada pemahaman tentang “KETERAMPILAN HIDUP”. Agar potensi yang dimiliki anak dapat berkembang optimal, maka orangtua perlu menjamin bahwa anak-anak anda memiliki keterampilan hidup yang memadai. Alasannya, kita memerlukan seluruh potensi kecerdasan yang kita miliki untuk dapat menjalani kehidupan dengan nyaman. Makanya, kita perlu memastikan bahwa potensi yang kita miliki siap dimanfaatkan untuk menghadapi setiap peristiwa hidup.

soal keterampilan hidup, ada di buku "saatnya melatih anakku berpikir".

salam,

ge



Note : Harga buku Rp. 45.000

berminat : PM or buzz ke Ym : shinta_wahyuni

Relasi = Rejeki

by : Toge Aprilianto

Senyampang kita masih berstatus manusia, maka relasi menjadi sesuatu yang niscaya kita alami. Lebih dari itu, relasi merupakan salah satu penyokong hidup yang penting kita rawat, karena kita akan menghadapi kesulitan tak terkira bila gagal memiliki relasi yang optimal. Sampai di sini, saya percaya bahwa Anda akan setuju. Sekarang, apakah Anda masih akan setuju, bila saya menyatakan bahwa relasi sesungguhnya selalu hanya bersifat personal, bukan sosial? Mari kita renungkan..

Bila kita bicara relasi, maka kita perlu lebih dulu memahami makna sebuah perilaku. Relasi adalah situasi dimana perilaku antar orang yang terlibat akan saling berinteraksi. Itu sebabnya perlu bicara soal perilaku dulu, untuk dapat memahami apa makna yang terkandung di dalam relasi. Apalagi bila saya sebut relasi selalu bersifat personal dan bukan sosial, sementara selama ini kita sering berkata atau menggunakan istilah “relasi sosial”.

Secara ringkas, perilaku dapat dipahami sebagai upaya untuk mendapat kenyamanan. Jadi, tiap kita hanya akan berperilaku ketika kita merasa tidak nyaman sehingga ingin mendapat kenyamanan atau saat kita merasa ada hal-hal yang mengancam keyamanan yang kita miliki saat itu. Hal pokok yang kedua, dalam konsep perilaku, adalah bahwa perilaku merupakan hasil integrasi antar komponen pembentuk yang saling berusaha mengendalikan apa yang kita tampilkan dalam aktivitas yang kasat mata. Tanpa integrasi, maka perilaku tidak akan dapat berlangsung secara optimal sehingga tujuan mendapat kenyamanan juga pasti gagal. Contoh: bila kita berjalan, maka aktivitas berjalan itu baru dapat disebut perilaku yang optimal bila aktivitas berjalan itu betul-betul kita sadari, kita nikmati, dilakukan dengan maksud yang jelas dan sungguh mendapat dukungan penuh dari kondisi fisik kita saat itu. Bila misalnya kondisi fisik tidak mendukung, maka aktivitas berjalan pun bisa jadi tidak optimal. Pincang, misalnya. Bila kita tidak menyadarinya, bisa jadi masalah karena berarti kita berjalan sambil melamun. Bila kita tidak dapat menikmati aktivitas berjalan itu, maka kita akan merasa tidak nyaman selama aktivitas itu terjadi.

Dengan demikian, bila kita menjalin relasi dengan orang lain, itupun pasti hanya akan optimal bila kita melakukannya dengan perilaku yang optimal juga. Secara awam, kondisi inilah yang kita sebut “segenap jiwa-raga”. Bila relasi dibangun tanpa dukungan perilaku yang optimal, maka relasi yang mungkin terjadi juga akan sulit memberikan manfaat buat pihak-pihak yang terlibat. Hal ini sangat lekat kaitannya dengan kenyamanan, karena relasi selalu hanya akan dilakukan selama ada manfaat yang bisa kita peroleh darinya. Jadi, relasi sehat sebetulnya hanya tentang perilaku nyaman. Selama ada pihak yang merasa tidak nyaman, sehingga tampilan perilakunya menjadi tidak optimal, entah ragu-ragu atau merasa terpaksa, maka sadar atau tidak ia akan membuat pihak lain dalam relasi itu juga menjadi tidak nyaman. Kalau sudah begitu, cepat atau lambat relasi tersebut akan rusak karena tidak lagi dirasakan bermanfaat oleh pihak-pihak yang terlibat.

Dari sini kita bisa mencermati bahwa relasi itu sesungguhnya hanyalah alat untuk mendapatkan rasa nyaman yang kita perlukan. Jadi, bila kita melakukan aktivitas yang melibatkan orang lain, maka hal itu sebetulnya juga hanya dimaksudkan untuk mengambil manfaat dari orang-orang yang ketika itu kita libatkan. Walau aktivitasnya nampak dilakukan bersama-sama, tapi yang terjadi sebetulnya hanyalah proses internal dalam diri tiap-tiap orang yang terlibat. Bahkan mereka yang perannya jadi pihak yang dilibatkan, sebetulnya juga hanya berusaha mendapatkan manfaat dari orang-orang yang mengajaknya terlibat. Coba direnungkan, apa yang membuat mereka memutuskan untuk mau diajak terlibat dalam relasi itu? Tentu, karena mereka menilai bahwa keterlibatan mereka akan membuat mereka mendapatkan manfaat bagi kepentingan pribadinya. Bila tidak terlihat akan ada manfaatnya, maka dapat dipastikan mereka akan menolak ajakan itu. Catatan: manfaat di sini tidak selalu berarti hal-hal yang sifatnya material-komersial. Sekadar perasaan nikmat karena suka melakukan hal itu, juga termasuk manfaat yang mungkin mendorongnya setuju untuk terlibat.

Sampai di sini, jelas bahwa relasi sesungguhnya selalu bersifat personal, bukan sosial. Ketika relasi terbangun, hal itu menunjukkan bahwa orang-orang yang terlibat di dalamnya menilai bahwa relasi itu akan membawa dampak menyenangkan bagi mereka masing-masing. Bukankah begitu adanya? Jadi, apa Anda dapat setuju dengan saya, bahwa relasi selalu bersifat personal?

Selanjutnya, karena sifatnya yang personal itu, maka kita juga perlu memahami bahwa relasi selalu memerlukan KESEPAKATAN. Tanpa kesepakatan, maka kita pasti kesulitan mendapatkan orang yang bersedia diajak terlibat dalam sebuah relasi yang kita harapkan dapat memberikan manfaat dan kenyamanan buat kita. Kesepakatanlah yang menentukan apakah sebuah relasi dapat dibangun dan berfungsi optimal demi mendukung upaya memperoleh manfaat dan kenyamanan buat semua pihak yang terlibat. Itu sebabnya kita sering mendengar istilah “win-win” kalau kita bicara tentang relasi. Memang, relasi yang optimal hanya akan terjadi saat atmosfer di dalamnya bersifat “win-win”. Bila tidak, pasti akan ada pihak yang merasa dirugikan sehingga ia juga merasa kehilangan kenyamanan. Dampaknya, ia akan berbuat sesuatu untuk mendapat kenyamanan, entah apa cara dan bentuknya, termasuk membuat orang lain menjadi tidak nyaman juga. Bila ini yang terjadi, maka relasi dapat diramalkan bubar dan tidak ada lagi yang bisa mendapatkan manfaat dari relasi tersebut.


catatan:

lebih komplit tentang relasi yang bersifat personal, ada di buku “Kurangkul Diriku Demi Merangkul Bahagiaku”.

salam,

ge


Note :

Harga Buku Rp. 40.000

berminat : pm or buzz ym ke shinta_wahyuni



Kamis, 18 Maret 2010

IMUNISASI KETIKA SAKIT ( BATPIL)

Hmmm gak ah, kasian bayiku lagi sakit kok di imunisasi
Hmmm gak ah, orang sehat aza aku gak mau simultanin, apalagi pas Sakit....
deelel.... (selain di brand mark sama DSA kalo Imunisasi harus Sehat)

Dulu itutuh yang ada dipikiranku kalo mau imunisasiin Dika.
Tapi semenjak aku ikutan milis sehat, aku dah imunisasiin dika simultan 4 Suntikan ( Jan 2008) dan simultan 3 suntikan plus 1 oral ( Jan 2010).


Nah, 31 Januari 2010 yang lalu saya simultanin dika 4 vaksin ( MMR, DPT+HEpB+Varicella plus Polio), bedanya simultan kali ini dika lagi Batpil, tapi dari ilmu yang saya dapat pas Pesat n milis sehat, batpil bukan merupakan halangan untuk berimunisasi. Sebenarnya saya sih percaya, karena sebelumnya pernah baca indikasi di CDC tentang kondisi ini.

Cuma, ini menyangkut banyak pihak, saya harus bisa menyakinkan papa, eyang dan mbahnya dika kalo imunisasi dikala batpil boleh dilakukan, tapi ya harus data pendukung.


Jalan-jalan dunk ke CDC, baca-baca informasi disana dan saya menemukan kalo Batuk Pilek dan demam ringan boleh saja diimunisasi, asalkan tidak demam diatas 102 f (duh linknya gak sempet copy waktu itu....maaf ya).



Minta tolong sama om google dunk.....masih belum yakin nih, meskipun CDC web yang terpercaya untuk urusan imunisasi....(maaf yeee sir, khan harus ngumpulin informasi sebanyak-2nya sebelum melakukan tindakan).

Dapat dari Baby Center

If my baby is sick, should her immunizations be postponed?

Expert Answers
Laurel Schultz, pediatrician
It depends how sick she is. Many doctors suggest postponing vaccinations if your child has a fever over 101 degrees Fahrenheit, the flu, or other serious infection. If she has a mild cold, there's really no medical reason to delay a vaccination. She's likely to be fussy or to have a hard time tolerating any reaction symptoms if she isn't feeling great, however.

Link :  disini ya

Dapat dari : Mymidwife.org

What if my baby is sick? Wondering if it's okay to keep your well-baby checkup if your child wakes up with a runny nose and a low-grade fever on the day that he's due for his shots? In most cases, it's perfectly safe to immunize an infant with a mild illness, but this is a call your baby's healthcare provider will have to make, taking into account such factors as the type of illness and your baby's past medical history. "Although it is generally safe to immunize an infant who has a virus and a low-grade fever, if a particular infant has shown a tendency to high fever with illness, it might be prudent to not risk elevating that fever even further with an immunization," explains Simon.

Link : disini ya


Incorrect reasons to delay immunisation

You do not have to delay getting your child immunised if:

  1. your child has a minor illness, without a fever, such as a cough or snuffly cold
  2. there is a family history of side-effects to a vaccine
  3. your child has already had an illness covered by a combined vaccine (for example, if your child has had mumps, he or she should still have the MMR vaccine)
  4. your child was a premature or low birth-weight baby
  5. your child has asthma, hay fever or eczema
  6. your child is over the immunisation age recommended in the schedule - he or she can have catch-up vaccinations at any later date
  7. your child is due to have, or has recently had, surgery

Linknya : Disini ya

Nah, ini link tambahan dari mba Ria - Milis Sehat, bikin daku tambah yakin sama keputusanku.

Incorrect reasons for delaying or avoiding a vaccine

You do not have to avoid or delay immunisation due to:

  • a minor infection without a fever such as a cough or cold
  • a family history of adverse reactions following immunisations
  • a previous history of diseases such as whooping cough, measles, rubella or mumps infection
  • premature birth
  • stable neurological conditions such as cerebral palsy
  • contact with infectious disease
  • asthma, hay fever, eczema or snuffles
  • treatment with antibiotics or locally acting steroids
  • the child's mother is pregnant
  • the child is being breastfed
  • history of jaundice after birth
  • the child is under a certain weight
  • the child is over the immunisation age recommended in schedule
  • 'replacement' corticosteroids
  • a history of allergy
  • a personal or family history of inflammatory bowel disease (Crohns disease or ulcerative colitis)
  • a personal or family history of autistic spectrum disorders
  • recent or imminent surgery.
Linknya : dari sini ya

Alhamdulillah, Kipinya : cuma Demam 24 jam sajah ( sekitar 38-38.5) and lengan berasa sakit kalo kesenggol. hehehehe

oiya : biasanya sebelum imunisasi dilakukan, saya liat semua botol vaksin,pastiin itu masih valid, tidak rusak and baca-baca bentar brosurnya, trus cek suntikannya, diskusi suntikannya SC or IM and bikin siasat deh....hihihihi 

Pengen pesen aza bahwa Trauma pada anak pada saat imunisasi itu gak cuma pas disuntik, tapi ketika dia mulai masuk ke dalam rumkit or klinik or ruang dokter or ngeliat suster, ngeliat orang berbaju putih, ngeliat bapak atau bu dokter (maaf ya pak/bu) anak-anak itu sudah aware bahwa Ia akan diapa-apain ( meskipun sakit or gak sakit).

Jadi keputusan untuk memberikan simultan ke dika, bukan semata-2 hanya sekedar ngirit biaya dokter ( lagian kami gak ke dokter kok, cuma ke bidan, dan bu bidan gak meminta jasa suntik ), tapi ingin meminimalisir infeksi nosokomial dan juga trauma pada dika.

So, mau pas sakit, mau pas sehat, mau simultan mau gak simultan semua ditangan orang tua. Risk & benefitnya tentu milik anak dan orang tua.

Gitu sajah ya....semoga sharing dan linknya  membantu temen-temen semua.

Photo : Photo dika waktu imunisasi tanggal 31-01-2010

Selasa, 19 Januari 2010

TIPS AMAN BERKENDARA

Udah lama banget mau posting tentang ini, tapi mampir didraft doang euuuy.
Mumpung lagi sempet dan ditemenin papi tercinta ( maksudnya buat nanya-nanya :) ), mau dilanjut deh nulisnya.

Tulisan ini ditujukan buat temen-temenku yang jadi rider dan juga boncenger, tentunya buat diriku dan papiku juga....huhehehe

Saya suka miris kalo lihat aksi-aksi pengendara motor dijalanan dan terkadang bikin orang lain ataupun dirinya gak selamat di jalanan.

Berikut tips-tips untuk berkendara dengan aman 

Yang Pertama :

Di lampu lalu lintas

Sering kita lihat, pengendara motor atau mobil melihat lampu lalu lintas yang diarah lain. Misalkan saat di perempatan, pengendara lihat lampu lalu lintas yang ditujukan pada arah sebelah kanan kita sudah berwarna kuning, maka pengendara langsung bersiap menggeber gas. Hal ini sangat berbahaya karena dari arah tersebut bisa saja masih ada kendaraan yang menerobos lampu kuning. Jadi saat kita dihadapkan pada lampu lalu lintas, perhatikan saja lampu yang ada dihadapan kita. Saat sudah menyala hijau baru kita berjalan, tentu saja dengan tetap memperhatikan kondisi lalu lintas di sekitarnya.

Di dekat mobil
Hati hati jika kita akan melintas di dekat mobil, karena bisa saja penumpang mobil tsb berhenti tiba-tiba dan membuka pintu atau berbelok tiba-tiba. Usahakan saat kita melintas didekat mobil, kita berada pada jangkauan penglihatan kaca spion mobil tsb sehingga pengendara mobil mengetahui keberadaan kita.

Melintas dekat mobil yang berhenti
Saat melintas dekat mobil yang berhenti, kita tidak tahu apa yang ada didepan mobil. Bisa saja ada orang yang akan menyeberang sehingga mobil tsb berhenti. Jadi coba untuk memperlambat kendaraan dan memastikan jalan dalam kondisi aman.

Saat berkendara disamping mobil di sisi dalam tikungan
Ketika mobil berbelok ditikungan, sisi belakang mobil cenderung semakin rapat kesisi dalam karena perbedaan radius putar antara ban depan dan belakang, sehingga tidak aman bagi motor untuk berada disi dalam tikungan saat mobil menikung.

Mendahului mobil yang tidak aman
Mendahului mobil pada posisi yang tidak memungkinkan kita melihat kondisi lalu lintas didepan sangat berbahaya, contohnya:
Saat berada ditikungan
Saat di puncak tanjakan
Dalam terowongan tanpa pembatas jalur
Dekat persimpangan jalan
Dalam kompleks perumahan atau dekat sekolah dimana anak-anak banyak bermain

Inforrmasi dari sini ya

Yang kedua ya :

1. Siapkan sepeda motor anda
jangan berperang dng pedang yg rusak, makanya periksa motor anda sebelum mulai berkendara kalo ada suku cadang yg perlu diganti, jangan menunggu, gantilah kalo ada yg perlu diperbaiki, langsung perbaiki jangan pernah menganggap enteng masalah2 yg ditemukan krn bukan cuma akan mengganggu proses perjalanan tapi juga bisa membahayakan keselamatan
 
2. Gunakan pelindung diri
entah itu helm, jaket, sarung tangan, sepatu, dll
jangan pernah tidak peduli dng penggunaan hal2 tsb. anda tidak pernah tau, bagian tubuh mana yg akan cidera saat terjadi kecelakaan dan anda tidak pernah tau kapan kecelakaan akan terjadi jadi.. lindungi diri anda dari kepala sampai kaki

3. Berusahalah utk gampang terlihat
pakailah perlengkapan yang gampang terlihat. lebih baik lagi bila bisa merefleksikan cahaya (flourescent) begitu juga dng warna dari bagian2 motor
ini akan membantu anda utk gampang terlihat oleh pengguna jalan lain
 
4. Jaga jarak
selalu jaga agar ada jarak aman di sekeliling motor. bukan cuma utk menjaga bila kendaraan di depan dan di sekeliling tiba2 berhenti tapi juga utk menghindari road hazzard yg tiba2 muncul krn sebelumnya tak terlihat 


5. Bersiap menghadapi kecelakaan

setiap kali berkendara, bersiaplah menghadapi segala kemungkinan terburuk
termasuk kecelakaan dng konsep ini, anda akan lebih berhati2 dan akan berkendara secara defensif berhatilah di setiap belokan, persimpangan, lalu lintas dari arah berlawanan, dan tempat2 ramai yg dilewati (pasar, sekolah, dll)

6. Bila mungkin, hindari berkendara di malam hari
ya betul, di siang hari saja, motor relatif lebih sulit terlihat apalagi di malam hari

7. Ride your own ride

jangan coba berkendara utk gaya-gayaan. jangan juga utk membuat orang terkagum2 sadari kemampuan diri, dan selalu ingat utk memprioritaskan keselamatan bukan yg lain

informasi dari sini ya


Yang ketiga ya

Saat Berkendara: 
  1. Pengereman

    • Sangat penting untuk menggunakan rem depan dan belakang secara bersamaan.
    • Rem depan harus dioperasikan sedikit lebih kuat dari rem belakang, karena rem depan lebih efektif daripada rem belakang.

  2. Berada Di Jalur Kiri

    • Gunakan selalu jalur kiri dan hati-hati dengan kemunculan kendaraan yang datang mendadak dari arah yang berlawanan.
    • Jangan berkendara sepanjang sisi kanan jalan walaupun tidak ada kendaraan lain dari arah yang berlawanan. (berkendara di sebelah kanan jalan akan menyebabkan tabrakan yang dapat mengakibatkan luka yang serius atau kematian).

  3. Berpindah Jalur
  • Ketika Anda hendak berpindah jalur, sangat penting untuk memberi tanda ke arah yang Anda tuju bagi pengendara lain dengan menyalakan lampu sein 3 detik sebelumnya.
  • Pengendara harus memperhatikan kaca spion, terutama memeriksa kendaraan di belakangnya sebelum berpindah jalur.
     4. Melewati Persimpangan
  • Ketika belok ke kiri atau ke kanan dipersimpangan sangat penting untuk menyalakan lampu sein 30 meter sebelum mendekati persimpangan untuk memberikan tanda arah yang hendak Anda tuju kepada pengguna jalan yang lain.
  • Sebelum berpindah jalur, pastikan kondisi keamanan dan keadaan lalu-lintas di sekitar Anda (jangan hanya melihat kaca spion, karena kaca spion memiliki keterbatasan pandangan)
      5. Rintangan Di Jalan
  • Batu, kerikil, tanah atau lumpur dan pasir membuat permukaan jalan sangat licin dan   dapat menyebabkan sepeda motor tergelincir dan jatuh. Untuk menghindarinya, kurangi kecepatan sebelumnya (pada permukaan jalan yang baik), hindari belok terlalu patah dan pengereman terlalu keras saat melalui kondisi jalan seperti ini.
  • Waspadalah selalu untuk melihat permukaan jalan di depan Anda, karena ada beragam bentuk lubang di permukaan jalan dan perbedaan ketinggian pada bahu jalan.
  • Ketika berkendara di jalan, pengendara motor harus selalu hati-hati tidak hanya pada  pengendara yang lain di sekitarnya, tetapi juga perilaku dari pejalan kaki dan hewan.
       6. Berkendara Dengan Satu Tangan
  •  Anda tidak dibenarkan mengendarai sepeda motor dengan satu tangan (mis:     memegang payung untuk menghindari hujan atau sinar matahari atau menerima          telepon), karena Anda dapat dengan mudah kehilangan keseimbangan.
      7. Berkendara Dalam Pengaruh Minuman atau Obat-obatan

  • Kondisi tubuh dan mental yang tidak sehat karena pengaruh minuman  Beralkohol      (mis:   minuman keras) dan obat-obatan (mis: yang menimbulkan kantuk ataupun       obat-obatan terlarang), dapat mengurangi konsentrasi dan reflek pada saat berkendara dan sangat berbahaya untuk keselamatan diri sendiri serta orang lain.

      8. Berkendara Pada Malam Hari


  • Sinaran lampu khususnya lampu depan memiliki keterbatasan penyinaran pada malam hari, oleh sebab itu tingkatkan kewaspadaan saat berkendara di malam hari.
        9. Patuhi Rambu-rambu Lalu-lintas

  •   Rambu-rambu lalu lintas dibuat untuk memberikan panduan keselamatan bagi pengguna jalan dan jangan lupa untuk selalu membawa SIM dan STNK demi             kenyamanan Anda berkendara.

info dari sini ya

Nah ini yang paling kusuka nich..... buat Rider Wanita


TIPS BERKENDARA BERMOTOR KHUSUS WANITA


1. Gunakan Celana Panjang. Usahakan Anda tidak memakai rok saat berkendara, karena hal itu akan menyulitkan, terutama pada saat situasi jalan macet. Lebih baik Anda memakai celana panjang. Selain nyaman saat berkendara, pemakaian celana juga efisien melindungi kaki.

2. Pakailah Sepatu Datar. Sebaiknya, Anda jangan memakai sepatu hak tinggi saat berkendara. Karena hal itu akan menyulitkan Anda ketika berada dalam situasi macet, Lebih baik gunakan sepatu datar dan berhak tebal. Atau kalau misalnyanya Anda harus berangkat kerja, gunakan saja sandal untuk kemudian berganti sepatu berhak tinggi sesempainya di kantor.

3. Tidak Perlu Glamour. Wajib diperhatikan, Anda jangan sekali-kali menggunakan perhiasan yang berlebihan, seperti gelang, kalung atau cincin berlian saat berkendara di jalan, apalagi sendirian di malam hari. Hal ini akan memicu penjahat motor untuk merampok Anda. Jika berkendara di jalan sepi, usahakan Anda tidak melaju seorang diri. Dekatilah, pengemudi motor lainnya, sehingga Anda seolah nampak dalam sebuah rombongan.

4. Simpan Nomor Ponsel. Ada baiknya, Anda menyimpan nomor telepon penting, seperti bengkel atau mekanik yang Anda percayai. Karena, nomor telepon itu sangat dibutuhkan bila sepeda motor Anda mengalamai kerusakan mendadak di tengah jalan dan Anda tidak mampu memperbaikinya.

5. Gunakan Hands Free. Apabila Anda seorang wanita yang sibuk dan seringkali menerima panggilan telepon ketika berkendara, cobalah untuk menggunakan hands free untuk membantu Anda tetap berkonsentrasi dengan keadaan jalan.

6. Jangan Panik. Jangan panik ketika berhadapan dengan situasi buruk, seperti kecelakaan. Apabila Anda masih bisa tersadar dan bergerak, Anda lebih baik segera menepi -biarkan motor Anda di jalan karena biasanya orang-orang sekitar akan membantu membawanya ke tepi- dan segera hubungi keluarga atau teman Anda.

Info dari sini ya

saya sempat ambil beberapa dokumentasi yang mungkin terjadi dijalanan

Fungsi Spion hanya untuk pajangan saja, padahal spion itu salah satu yang menentukan keselamatan dijalan loh

Ini posisi spion yan benar, pengendara dapat melihat dengan baik siapa yang berada dibelakang ybs, dan bisa jadi andalan kalo pas mau nyalip

Buat Rider wanita, posisi tas dibelakang cukup berbahaya loch, buat orang yang jahat ini sasaran yang empuk banget.  

Nah ini posisi yang aman, tas ditaruh didepan atau didalam jok buat yang pake motor matic

Padahal dijalan gede, tapi liat motor depan, si Rider gak pake helm, sementara si boncenger juga tidak pake, bahayaa loh

Buat Boncenger, posisi tas seperti ini cukup bahaya loh, sasaran empuk buat orang jahat

Buat Boncenger, posisi tas ditengah juga mayan aman, tapi tetap harus waspada ya

Segitu dulu ya, dah nguaaantuk nich....semoga bermanfaat yaaa..................

Jumat, 12 Juni 2009

URGENTLY REQUIRED

TRANSLATOR

Qualification  :
  1. S1 or D3 Tehnical (mechanical) degree from a reputable institution with a minimum of two years experiences releated to the position applied. Age min 25 year max 35 years
  2. GPA minimal 3.0
  3. Highly effective written and verbal english communication skills
  4. Proficient in computer/MS office
  5. Having Knowledge of any machine components and terminalogy thereof both in english or indonesian
 Please send  Yourur application letter and CV within 3 days to :

recuitment@binautama.com


Kamis, 19 Februari 2009

SMS dari bundana IZan ( Berita Bahagia)

SMS jam 03.46 dari bundanya Izan
Mohon doanya untuk keselamatan bayi kami yang saat ini diduga gawat janin. Semoga Allah selalu melindunginya. Makasih

*** baru baca jam 6 pagi.....langsung telpon gak diangkat, trus SMS aza
*** semoga si kecil selalu berada dalam lindungan Allah


SMS jam 08.51 am
Om, Tante, kakak dan adek. Alhamdullilah adik perempuan IZan telah lahir di RS Hermina daan Mogot hari Jum'at 20 feb jam 4.15am. Putri kedua dari Bunda Rita HS d ayah deddy as diberi nama Keivandyta NisrinaSetiawan (Iva) dd bb 2880 gr, tb 49 cm dan lk 34 cm. Smeoga ade Iva jadi anak yang sholehah,s ehat, certas berbakti pada ortu n cantik. Rita h Cv

**** Alhamdullilah, lega banget, Selamat ya Rit...semoga doanya terkabul
**** Rita lahir Caesar, cerita selanjutnya dari Rita yaaa


Kamis, 22 Januari 2009

IMLEK = BARONGSAI....( Please Info)

Wah....bentar lagi Imlek.
hari yang ditunggu-tunggu nich....soalnya akan banyak pertunjukan Barongsai.

Saya dan Papa belum pernah mempelajari Cerita dibalik pertunjukan Barongsai, Nilai-nilai apa yang ditanamkan, karena sejauh ini kami hanya menuruti Antusiasme, Rasa Ingin Tau dan ketertarikan Dika menonton Barongsai.

So, buat temen-temen yang tahu Jadwal Pertunjukan Barongsai tolong info ya....
sejauh ini saya cuma tau ada pertunjukan Barongsai di ITC Permata Hijau tanggal 31 Jan 2009.

Ditunggu ya.....

Jumat, 09 Januari 2009

SHEILA ON SEVEN

Gambar dari sini

Selain seneng dengan come back-nya KLA .....daku juga seneng, dipenghujung tahun Sheila on Seven hadir kembali dengan Album Baru.

Entah karena apa....tapi daku paling seneng sama group band asal Jogja
Panggilan Hati aza sesama orang Jogja....

Semoga sukses ya guys......

Kamis, 08 Januari 2009

( INFO PESAT TANGERANG) - Mau Diskusi seputar ASI, Kehamilan, dll ?

Dear Smart Parents,

Mau diskusi tentang ASI dengan Tim KLASI YOP sekaligus dapat ilmu tentang Best Health Care, Kehamilan, Tata Laksana Bayi Baru Lahir serta Kuning pada Bayi ?

Pesat 2 Tangerang masih menerima Pendaftaran Peserta untuk Sesi 1 sampai dengan tanggal 15 Januari 2009.

Topik yang akan di bahas pada Sesi I, 17 Januari 2009, jam 8.30 - 13.00 WIB

1. Best Health Care
2. ASI ( Air Susu Ibu)
3. Kehamilan, tata laksanan bayi baru lahir, Kuning pada bayi baru lahir

Seminar ini diadakan oleh Yayasan Orang Tua Peduli (YOP) dibimbing oleh dr. Purnamawati, SpAK, MMped dan didukung oleh WHO, kita akan diajak untuk mulai mengenai pengetahuan yang menyeluruh tentang kesehatan anak, sebagai bekal orangtua untuk mampu berpikir dan bertindak secara rasional dalam melihat masalah kesehatan buah hati tercinta.

LOKASI SEMINAR
PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk
Kandatel Tangerang
Gedung Graha Telkom
JL. Pahlawan Seribu
BSD, Tangerang 15322 ( Samping Plaza BSD)

MEKANISME PENDAFTARAN DAN PEMBAYARAN PESAT 2 TANGERANG

A. PENDAFTARAN PESERTA

Calon peserta diharapkan mengisi dan mengirimkan formulir pendaftaran
dibawah ini :

1. Nama :
2. Status : Single/Married
3. Alamat :
4 . Nomor Telpon/HP yang mudah dihubungi :
5. Email yang aktif digunakan (untuk mengingatkan peserta)
6. Jumlah anak :
7. Usia Anak
8. Sesi yang akan diikuti

Formulir pendaftaran Pesat 2 Tangerang dapat dikirimkan melalui email : daftar.pesat2tangerang@gmail.com <mailto:daftar.pesat2tangerang@gmail.com> ( Subject : PENDAFTARAN )

B. PEMBAYARAN
Biaya kepesertaan untuk Sesi I : Rp. 75.000/orang

Biaya tersebut akan digunakan sebagai pengganti biaya penggandaan makalah, komsumsi dan seminar kit.

Pembayaran dilakukan dengan cara transfer ke salah satu rekening dibawah ini :

1. BCA KCP Tanah Abang II
atas nama : Hera Listianawati
No. Rek : 6540060477

2. Bank Mandiri KCP Menara Thamrin
atas nama : Mila I'anawati
No. Rek : 103-0004220592

Konfirmasi pembayaran dapat dikirimkan melalui (salah satu ) :
1. SMS : 0816-1672 703 ( Hera ), 0812 245 6294 (Mila)
Konfirmasi yang dikirimkan : Nama peserta, transfer Bank, nama Bank dan No.
rek, jumlah (Rp) adn tanggal transfer

2. Email : daftar.pesat2tangerang@gmail.com <mailto:daftar.pesat2tangerang@gmail.com> (Subject : PEMBAYARAN)

3. Fax : 021-5312 3478, 021-733 2827 ( BUkti Transfer dikirimkan )

Konfirmasi by email dan fax, mohon mencantumkan (silahkan copy-paste dibawah
ini) :

1. Nama Lengkap Calon Peserta :
2. Nama Bank Penerima (BCA/Mandiri ) :
3. Nama Bank dan No. Rekening Pengirim :
4. Jumlah Transfer :
5. Tanggal Transfer :

Perhatian : Apabila tidak menggunakan rekening sendiri, dimohon untuk mencantumkan nama lengkap calon peserta.

Pertanyaan mengenai tehnis dan informasi lebih lanjut, dapat menghubungi
panitia di email : daftar.pesat2tangerang@gmail.com <mailto:daftar.pesat2tangerang@gmail.com> atau menghubungi :

0812 821 5795, 9898 9717 ( Rita ), 0816 630 188 ( Mela ), 0813 84 74 6656 (shinta)

*Buruan Daftar Ya ! Tempat Terbatas
**Jangan Sampai kehabisan tempat ***

Mengenai Grup Sehat, YOP dan Pesat, dapat Anda baca lebih lanjut di
http://www.sehatgroup.web.id/about_us.html

Salam Sehat,

Panitia PESAT 2 Tangerang