Maaaf banget ya tulisan ini gak bermaksud untuk mendiskriminasikan Suku tertentu, tapi hanya ingin mencurahkan isi hati gw aza
Buat Keluarga besar gw, ada beberapa kriteria ketika seorang anak memilih Suami/Istri buat hidupnya, diantaranya adalah Muslim/mah, Sopan Santun, Memiliki Penghasilan (bagi Suami), Satu Suku ( Jawa ), bukan Suami/Isti orang lain dan bagi keluarga gw menyayangi anak-2 mereka berarti harus bisa menyayangi Orang tua yang baru.
Nah, adik ipar gw "cowo", sekarang sedang berhubungan dengan seorang gadis dari Suku "Betawi "( maaf sekali lagi maaf ), seperti mereka baru berhubungan pada bulan Agustus yang lalu, usianya 1 tahun lebih tua dari adik ipar gw, pertama kali di bawa ke rumah itu pas bulan puasa tahun lalu, kita buka puasa bersama. Kesan gw, ni anak pendiam banget, pendiam dalam hal bicara dan juga pendiam tangan.
Pertemuan kedua pada saat lebaran 1, adik gw ngajak dia ke rumah pakde gw dan mbah yang dijakarta untuk bersilahturahmi, kesan kedua : masih sama dengan kesan pertama. Gak mau gaul dan cuma mau ngobrol sama adik ipar gw.
Pertemuan ketiga, dia kerumah pas lebaran ke 2, karena lebaran biasanya rumah Ibu Mertua gw akan kedatangan saudara dekat dan jauh dan juga teman-2 dari gw ataupun adik ipar gw itu. Rame tamu berarti rame berkah dan juga rame kerjaan doong, ech tu anak dengan manisnya duduk bareng-2 sama tamu dari pagi sampai sore, minum tinggal minum, makan tinggal makan, tanpa berkeinganan untuk terlibat dalam kesibukan kami.
Setelah pertemuan ketiga itu, Ibu udah mulai terganggu, tapi gak kuasa untuk melarang hubungan adik ipar gw itu, karena baru ini dia berhubungan secara serius sama adik ipar gw.
Nah, puncaknya sewaktu mau pulkam Oktober yang lalu, Ibu marah banget sewaktu tau semua uang adik ipar gw dipegang sama sang pacar, padahal khan baru kenal, trus kejadian di jawa, semua orang gak ada yang berkesan dengan ni anak, karena gak ada basa basinya, okelah dia gak ngerti bahasa jawa, tapi umumnya orang di kampung sekarang sudah bisa bahasa Indonesia, jadi bukan menjadi hambatan buat berkomunikasi.
Alhasil pulang dari kampung, Ibu dapat berita yang sangat kurang menyenangkan tentang ni anak, yang diajak ngomong gak respon, yang cuma tidur doang pas di kampung, yang mengerebut Hp adik ipar gw sewaktu lagi dipake didepan keluarga besar dikampung, yang lebih enjoy mainan hp sewaktu diajak ngomong, pokoknya gak ada plus, plusnya.
Yang telek lagi, ternyata dia sebenarnya tu banyak omong, terbukti sewaktu temen kuliahnya datang dia ngecipris kayak bebek, berarti selama ini dia yang gak mau berkomunikasi sama kita semua.
Beberapa bulan berlalu, kita berpikir bahwa mungkin, mungkin saja dia masih segan berkomunikasi dengan kita, tapi ternyata emang dia gak berniat. Kalo datang, dia cuma bawa makanan untuk adik ipar gw (coklat atau roti) trus duduk di kursi itu dari datang sampai pulang, makan dengan meninggalkan piring kotor dan gelas kotor, dan hanya berbasa basi dengan Ibu atau ayah saja.
Dan Ibu makin tertekan ketika adik ipar gw, udah beberapa kali minta Ibu gw untuk bersilahturahmi ke rumah ni cewe. Buat Ibu, adik ipar gw adalah tumpuan hatinya, bliau begitu terluka ketika mengetahui sifat calon istri yang akan mendampingi anaknya nanti, karena beliau berharap agar tidak kehilangan anaknya meskipun si anak telah menikah.
Dengan sifat si cewek ini, gw gak yakin dia akan menyayangi Mertua Gw terutama Ibu dengan sepenuh hati, buat gw ini adalah yang utama.
Oiya ni cewek pernah diajak makan bareng waktu dika ultah, semua keluarga bilang ni cewek kok gak ada sopan santunnya, gak ada basa basinya, makan tanpa nawarin, gak ada senyumnya. cuma mau ngobrol sama adik ipar gw.
Semua keluarga gw gak ada yang suka ama ni cewek, tapi adik gw secara sadar atau tidak sadar terikat sama ni cewek, mesti diapaain ya ?
Bingung deh gw, kasiiian Ibu gw nih. Sedih ngeliat beliau yang agak gak bergairah akhir-2 ini. Ada yang punya adik cantik hati dan parasnya gak ya ? kasih aku sini.... :)