Rabu, 25 Januari 2012
Teman Sejati
Teman itu datang dan pergi
Tapi
Teman Sejati akan selalu ada dalam kehidupanmu
Meski Ia lama tak menghubungimu
Meski Ia tak membalas telponmu
Meski kadang Ia terlupa padamu ketika Ia dalam kesenangan
Meski kadang Ia kembali lagi padamu ketika Ia dalam kesusahan
Teman sejati tak mengenal waktu
Kadang ia datang dan pergi sesuka hatinya
Tapi Ia akan selalu ada di hatimu
Selamat datang teman
Kami menyambutmu... dengan segala kasih yang kami miliki tanpa harus bertanya mengapa dulu kau meninggalkan kami.
~selalu ada warna yang indah diakhir pelangi~
Senin, 01 Agustus 2011
{share Artikel} - Nutrisi Penting Selama Kehamilan
Diambil dari blog : http://bidanku.com/index.php?/Nutrisi-Penting-Selama-Kehamilan
Seiring pertambahan usia kandungan, maka kebutuhan gizi ibu hamil akan meningkat, terutama setelah memasuki kehamilan trimester kedua. Sebab pada saat itu, pertumbuhan janin berlangsung pesat - terutama perkembangan otak dan susunan syaraf ? dan membutuhkan asupan gizi yang optimal.
Nutrisi yang diperlukan adalah:
1. Karbohidrat dan lemak sebagai sumber zat tenaga untuk menghasilkan kalori dapat diperoleh dari serealia, umbi-umbian.
2. Protein sebagai sumber zat pembangun dapat diperoleh dari daging, ikan, telur dan kacang-kacangan.
3. Mineral sebagai zat pengatur dapat diperoleh dari buah-buahan dan sayur - sayuran.
4. Vitamin B kompleks berguna untuk menjaga sistem saraf, otot dan jantung agar berfungsi secara normal. Dapat dijumpai pada serealia, biji - bijian, kacang-kacangan, sayuran hijau, ragi, telur dan produk susu.
5. Vitamin D berguna untuk pertumbuhan dan pembentukan tulang bayi Anda. Sumbernya terdapat pada minyak hati ikan, kuning telur dan susu.
6. Vitamin E berguna bagi pembentukan sel darah merah yang sehat. Makanlah lembaga biji-bijian terutama gandum, kacang-kacangan, minyak sayur dan sayuran hijau.
7. Asam folat berguna untuk perkembangan sistem saraf dan sel darah, banyak terdapat pada sayuran berwarna hijau gelap seperti bayam, kembang kol dan brokoli. Pada buah-buahan, asam folat terdapat dalam jeruk, pisang, wortel dan tomat. Kebutuhan asam folat selama hamil adalah 800 mcg per hari, terutama pada 12 minggu pertama kehamilan. Kekurangan asam folat dapat mengganggu pembentukan otak, sampai cacat bawaan pada susunan saraf pusat maupun otak janin.
8. Zat besi yang dibutuhkan ibu hamil agar terhindar dari anemia, banyak terdapat pada sayuran hijau (seperti bayam, kangkung, daun singkong, daun pepaya), daging dan hati.
9. Kalsium, diperlukan untuk pertumbuhan tulang dan gigi janin, serta melindungi ibu hamil dari osteoporosis Jika kebutuhan kalsium ibu hamil tidak tercukupi, maka kekurangan kalsium akan diambil dari tulang ibu. Sumber kalsium yang lain adalah sayuran hijau dan kacang-kacangan. Saat ini kalsium paling baik diperoleh dari susu serta produk olahannya. Susu juga mengandung banyak vitamin, seperti vitamin A, D, B2, B3, dan vitamin C
sumber: Warmasif.co.id
{share Artikel) - Pemeriksaan Kehamilan
Diambil dari blog http://bidanku.com/index.php?/Pemeriksaan-Kehamilan
Pemeriksaan kehamilan merupakan salah satu tahapan penting menuju kehamilan yang sehat. Boleh dikatakan pemeriksaan kehamilan merupakan hal yang wajib dilakukan oleh para ibu hamil. Pemeriksaan kehamilan dapat dilakukan melalui dokter kandungan atau bidan dengan minimal pemeriksaan 3 kali selama kehamilan yaitu pada usia kehamilan trimester pertama, trimester kedua dan pada kehamilan trimester ke tiga, itupun jika kehamilan normal. Namun ada baiknya pemeriksaan kehamilan dilakukan sebulan sekali hingga usia 6 bulan, sebulan dua kali pada usia 7 - 8 bulan dan seminggu sekali ketika usia kandungan menginjak 9 bulan.
Kenapa pemeriksaan kehamilan begitu penting yang wajib dilakukan oleh para ibu hamil? karena dalam pemeriksaan tersebut dilakukan monitoring secara menyeluruh baik mengenai kondisi ibu maupun janin yang sedang dikandungnya. Dengan pemeriksaan kehamilan kita dapat mengetahui perkembangan kehamilan, tingkat kesehatan kandungan, kondisi janin, dan bahkan penyakit atau kelainan pada kandungan yang diharapkan dapat dilakukan penanganan secara dini.
Berikut diterangkan mengenai hal apa saja yang dilakukan dalam pemeriksaan kehamilan, sebagai bahan pengetahuan bagi para ibu hamil agar menuju kehamilan yang sehat dan keluarga yang berkualitas.
Pemeriksaan Berat Badan
Pemeriksaan berat badan dilakukan setiap kali ibu hamil memeriksakan kandungannya, hal ini dilakukan untuk mengetahui pertambahan berat badan, serta apakah pertambahan berat badan yang dialami termasuk normal atau tidak. Pertambahan berat badan yang normal akan sangat baik bagi kondisi ibu maupun janin. Sebaliknya, jika pertambahan berat yang dialami tidak normal, akan menimbulkan resiko pada ibu dan janin. Bagi ibu hami yang mengalami pertambahan berat badan yang tidak normal, dokter atau bidan akan memberikan saran yang sebaiknya dilakukan agar ibu hamil memperoleh pertambahan berat badan yang normal.
Pemeriksaan Tinggi Badan
Pemeriksaan tinggi badan juga dilakukan saat pertama kali ibu melakukan pemeriksaan. Mengetahui tinggi badan sangat penting untuk mengetahui ukuran panggul si ibu. Mengetahui ukuran panggul ibu hamil sangat penting untuk mengetahui apakah persalinan dapat dilakukan secara normal atau tidak. Karena jika diketahui bahwa tinggi badan ibu dianggap terlalu pendek, dikhawatirkan memiliki panggul yang sempit dan juga dikhawatirkan proses persalinan tidak dapat dilakukan secara normal, dan hal ini harus dilakukan secara caesar. Dengan diketahuinya hal ini secara dini, maka ibu hamil diaharapkan segera menyiapkan diri baik dari segi materi dan mental untuk menghadapi persalinan dengan caesar.
Pemeriksaan Urin
Pemeriksaan urin dilakukan untuk memastikan kehamilan. Selain itu, pemeriksaan juga dilakukan untuk mengetahui fungsi ginjal ibu hamil, ada tidaknya protein dalam urin, dan juga mengetahui kadar gula dalam darah. Adanya protein dalam urin mengarah pada pre-eklampsia. Sedangkan kadar gula darah dapat menunjukkan apakah ibu hamil mengalami diabetes melitus atau tidak.
Pemeriksaa Detak Jantung
Pemeriksaan ini penting untuk mengetahui apakah janin dalam berada dalam kondisi sehat dan baik. Permeriksaan detak jantung ini biasanya menggunakan Teknik Doopler sehingga ibu hamil dapat mendengarkan detak janin yang dikandungnya.
Pemeriksaan Dalam
Dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya kehamilan, memeriksa apakah terdapat tumor, memeriksa kondisi abnormal di dalam rongga panggul, mendiagnosis adanya bisul atau erosi pada mulut rahim, melakukan pengambilan lendir mulut rahim (papsmear), mengetahui ada tidaknya penyakit kehamilan, mengetahui letak janin, dan untuk mengetahui ukuran rongga panggul sebagai jalan lahir bayi. Biasanya pemeriksaan ini dilakukan di awal kehamilan.
Pemeriksaan Perut
Pemeriksaan Kaki
dilakukan untuk mengetahui adanya pembengkakan (oedema) dan kemungkinan varises. Pembengkakan yang terjadi di minggu-minggu akhir kehamilan adalah normal, namun pembengkakan yang berlebihan menandakan pre-eklampsia,
Pemeriksaan Darah
Pemeriksaan darah bertujuan untuk mengetahui kesehatan umum ibu hamil. Pemeriksaan darah juga dapat dilakukan dengan pemeriksaan AFP (alpha fetoprotein). Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui kemungkinan gangguan saluran saraf tulang belakang dan untuk mendeteksi otak janin. Kadar AFP yang rendah menunjukkan adanya kemungkinan down sindorm pada janin. Biasanya pemeriksaan AFP dilakukan pada usia kehamilan sekitar 15-20 minggu.
Uji TORCH (Toksoplasma Rubella Cytomegalovirus Herpesimpleks)
Dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya infeksi parasit seperti TORCH di dalam tubuh ibu hamil. Infeksi TORCH biasanya menyebabkan bayi terlahir dengan kondisi cacat atau mengalami kematian. Pemeriksaan TORCH dilakukan dengan menganalisis kadar imunogloblin G (IgG) dan imunoglobin M (IgM) dalam serum darah ibu hamil. Kedua zat ini termasuk ke dalam sistem kekebalan tubuh. Jika ada zat asing atau kuman yang menginfeksi tubuh, maka tubuh akan memproduksi IgG dan IgM untuk melindungi tubuh. Banyak sedikitnya IgG dan IgM dalam serum darah mengindikasikan ada tidaknya infeksi serta besar kecilnya infeksi. Jika hasil IgG negatif, berarti infeksi terjadi pada masa lalu dan kini sudah tidak aktif lagi. Jika hasil IgM positif, berarti infeksi masih berlangsung aktif dan ibu hamil memerlukan pengobatan agar janin dalam kandungan yang terinfeksi dapat segera ditangani sehingga infeksi tidak semakin buruk.
Bahagia menjalani kehamilan sehat
--
~selalu ada hal istimewa diakhir pelangi~
http://www.swahyuni.multiply.com
(share Artikel) - Tips Kehamilan Trimester Pertama
Mendapat kehamilan merupakan anugerah yang tak terkira dari Maha Kuasa. Gambaran buah hati yang lucu segera akan terwujud, serasa lengkap sebuah keluarga dengan kehadiran buah hati. Namun, bukan hanya bayangan kebahagiaan saja, menjalani kehamilan yang sehat merupakan suatu hal yang perlu diperhatikan dan dilakukan oleh para ibu hamil. Kehamilan membutuhkan kewaspadaan dan penjagaan untuk menghindarkan hal-hal yang tidak diinginkan. Oleh karena itu diperlukan kiat-kiat untuk menjaga agar kehamilan yang sedang dijalani tetap berlangsung sehat. Berikut tips-tips yang dapat dilakukan oleh ibu hamil pada saat kehamilan trimester pertama
Carilah informasi sebanyak-banyaknya tentang bagaimana caranya menjalani kehamilan yang sehat baik melalui buku, media kabar, televisi, internet, dll.
- Mulailah dan segera membiasakan diri mengenakan baju-baju yang longgar, meskipun perut belum kelihatan membesar.
- Pada trimester pertama, ibu hamil sering mengalami mual dan muntah yang salah satunya dapat menyebabkan dehidrasi, oleh karena itu perbanyaklah ibu hamil minum air putih atau jus buah di luar jadwal makan.
- Makanlah jenis makanan yang mudah dicerna seperti nasi, jagung, kentang, ubi, dll
- Hindarkan makanan yang mengandung kadar lemak tinggi atau berminyak seperti hidangan bersantan, gorengan atau daging berlemak.
- Hindari aneka macam bau-bauan yang menyengat atau tidak disukai, hal ini untuk menghindarkan ibu hamil dari rasa mual dan muntah.
- Biasakan menyikat gigi setelah ibu hamil makan atau setelah mengalami muntah.
- Untuk menghindarkan rasa mual dan pusing lainnya, usahakan secara perlahan-lahan ketika ibu hamil hendak bangun dari tidur atau berbaring, jangan dilakukan secara sekaligus dan spontan
- Ada baiknya ibu hamil makan dalam porsi kecil namun sering, hal ini juga untuk menghindarkan ibu hamil mengalami mual dan muntah
- Sediakanlah selalu minuman dan makanan kecil yang mengandung kadar garam rendah di dekat kamar tidur, hal ini dilakukan agar stelah makan makanan tersebut, ibu hamil terhindar dari rasa mual dan muntah pada saat akan beraktivitas. Makanan kecil yang dapat disajikan antara lain seperti biskuit, roti gandum, atau buah-buahan.
- Bergabunglah atau carilah teman yang juga sedang mengalami kehamilan, atau bergabung di komunitas-komunitas ibu hamil seperti di Bidanku.com Community, agar dapat saling bertukar pikiran dan pengalaman.
- Makanlah cemilan di pagi hari sebelum bangkit dari tempat tidur.
- Minumlah susu hangat bila ibu hamil mengalami insomnia atau kesulitan tidur.
- Bila ibu hamil mengalami sembelit, minumlah air putih minimal 12 gelas sehari.
- Jika ibu hamil merasa sakit di bagian bawah perut dan terlihat adanya flek darah, khususnya setelah kehamilan usia > 4 minggu, segera hubungi dokter.
--
~selalu ada hal istimewa diakhir pelangi~
http://www.swahyuni.multiply.com
(share Artikel) - Pertumbuhan Menakjubkan di Trimester Pertama
diambil dari File milis: kehamilan
http://health.groups.yahoo.com/group/kehamilan/
Meski masih hidup secara sel, semua cikal bakal organ penting janin terbentuk di trimester ini. Sayangnya, kurun waktu ini pun amat rawan terhadap kemungkinan terjadi kecacatan fatal. Pembagian tahapan usia kehamilan menjadi 3 trimester, jelas dr. Judi Januadi Endjun, Sp.OG, Sonologist, pada dasarnya bertujuan membantu mengelompokkan waktu perkembangan. Sehingga mudah untuk mempelajari proses fisiologis pembentukan janin. Trimester pertama, contohnya, merupakan waktu pembentukan sekaligus perkembangan pesat dari semua sistem dan organ tubuh bayi. Di kurun waktu inilah dimulai keajaiban kuasa Sang Khalik: sebuah sel telur yang telah dibuahi berubah menjadi organisme yang secara anatomik memiliki wujud manusia.
MINGGU KE-1
Merupakan perkembangan awal sejak ovulasi sampai implantasi. Spermatozoa bergerak dengan cepat dari vagina ke rahim dan selanjutnya masuk ke saluran telur akibat kontraksi otot-otot rahim dan saluran telur. Dari sekitar 200-300 juta spermatozoa yang
dipancarkan ke saluran kelamin wanita, tinggal 300-500 yang mencapai tempat pembuahan, meski nantinya hanya 1 yang dibutuhkan untuk pembuahan. Hanya sperma terbaik yang dapat membuahi sel telur.
Sekitar 80 jam sejak ovulasi, hasil konsepsi (pembuahan) ini berada di ampulla tuba fallopii, yakni bagian terluas pada saluran telur yang terletak dekat dengan rahim. Sintesa inti sel telur dan inti sel sperma inilah yang memungkinkan kromosom-kromosom dari masing-masing inti sel melebur, memadukan semua gen, ciri fisik, sifat, dan temperamen dari ayah-ibu pada bayi mereka.
Selanjutnya, hasil pembuahan ini melanjutkan perjalanannya menuju isthmus tuba (bagian saluran telur tersempit yang memanjang dan menciut antara pangkal saluran telur dan bagian pojok rahim/kornu uteri), sebelum memasuki rongga rahim dalam bentuk embrio.
Sekitar 30 jam setelah terbentuk, zigot kemudian membelah diri. Mula-mula menjadi 2 sel, selanjutnya membelah diri secara deret ukur tanpa henti dengan selang waktu antara 12 dan 15 jam. Sambil terus membelah, zigot yang terdiri dari 12-16 sel dan berbentuk mirip buah anggur yang disebut morula, bergerak menggelinding dari tuba falopii menuju rahim. Dibantu hormon yang dihasilkan oleh rahim, morula memantapkan implantasinya pada lapisan endometrium (desidua) di dalam dinding rahim.
Dari hari ke hari, sel-sel morula terus membelah dan berkembang jadi embrio. Sambil terus membelah sesuai pola deret ukur, sel-sel embrio menyusun diri membentuk tiga lapisan sel. Sel paling luar disebut ektoderm, yang tengah mesoderm, dan lapisan terdalam disebut endoderm. Ketiga kelompok sel inilah yang membentuk seluruh tubuh embrio beserta organ pelengkapnya.
MINGGU KE-2
Di minggu ini, embrio diperkirakan berukuran 0,1-0,2 mm. Sementara hCG (human Chorionic Gonadotropin yang sering disebut hormon kehamilan) baru dapat dideteksi dalam darah ibu pada hari ke-10 atau 11 setelah pembuahan, meski sebelumnya sudah dapat dideteksi lewat media kultur. Karena itulah, kendati sebetulnya sudah dalam keadaan hamil, bila tes urin dilakukan sebelum hari ke-10 sejak terlambat haid, bisa saja hasilnya negatif. Jadi, untuk memastikan kehamilan, pemeriksaan serupa harus diulang beberapa hari kemudian.
MINGGU KE-3
Pada hari ke-15 sampai ke-17, embrio diperkirakan berukuran 0,4 mm. Hanya dalam hitungan hari, yakni pada hari ke-17 sampai ke-19,ukurannya meningkat jadi sekitar 1,0-1,5 mm.
Di minggu ini, cikal-bakal sistem pembuluh darah dan sistem saraf mulai terbentuk. Bahkan, di hari-hari terakhir saat cikal-bakal jantung janin mulai terbentuk, ukuran embrio sudah mencapai 1,5-2,5 mm. Pembentukan mata pun mulai terjadi, meski rongga mata baru akan tampak jelas di minggu ke-6. Secara keseluruhan, pada minggu ini sudah terdapat materi genetik, termasuk warna rambut, bentuk mata, dan intelegensi si calon bayi.
Di kedua sisi tubuh embrio tumbuh suatu tonjolan kecil berupa sekelompok sel yang merupakan cikal-bakal tangan. Selang beberapa hari kemudian, saat tunas tangan memipih, pada kedua sisi tubuh sebelah bawah muncul tonjolan serupa yang merupakan cikal-bakal kaki. Beberapa jenis obat antimual dan obat tidur, di antaranya thalidomide (semacam obat penenang) yang dikonsumsi di awal-awal kehamilan, terbukti menyebabkan kecacatan pada tangan dan kaki. Semisal berupa tonjolan daging lantaran tak mencapai panjang dan bentuk anggota tubuh yang semestinya.
Demikian juga streptomisin dalam pengobatan TBC yang bisa menimbulkan gangguan pada telinga. Atau kloramfenikol yang bisa membuat sumsum tulang janin rusak, hingga bayi yang dilahirkan akan mengalami kelainan darah dan kelainan kulit yang dikenal sebagai grey syndrome. Jamu-jamuan dan dan obat-obat penyubur yang tak terkontrol, juga bisa berdampak buruk. Yang mengandung DES (dietil bestrol), misal, ternyata berpeluang menimbulkan kelainan pada alat kelamin bawah. Mulai tak terbentuknya lubang vagina sampai kemungkinan si anak terkena kanker vagina kelak saat ia besar.
MINGGU KE-4
Dengan ukuran sekitar 2 hingga 3,5 mm, jantung mulai berdenyut dan sistem peredaran darah sudah melaksanakan fungsinya meski masih dalam taraf yang sangat sederhana. Cikal-bakal otak sudah bisa dibedakan menjadi tiga bagian utama (prosensefalon, mesensefalon, dan rombensefalon) yang kelak akan menjalankan fungsi masing-masing.
Malnutrisi pada ibu hamil akan merusak perkembangan otak janin.
Pada minggu ini pula saraf-saraf spinal yang kelak menjadi cikal-bakal tulang belakang sudah mengalami penebalan. Sementara cikal-bakal telinga sudah terlihat meski masih berupa gelembung. Plasenta atau yang biasa disebut ari-ari juga terbentuk pada minggu ini. Fungsinya bagi janin sangat banyak. Dari menyediakan hormon-hormon yang diperlukan untuk tumbuh kembang dan proses pembedaan sesuai jenis kelamin janin, sampai mensuplai nutrisi dan oksigen. Di samping itu, ia juga berfungsi sebagai alat pernapasan dan pembuangan sisa-sisa metabolisme janin.
MINGGU KE-5
Di minggu ini embrio diperkirakan berukuran antara 5-7 mm. Pembentukan telinga makin sempurna dengan terbentuknya duktus endolimfatikus, yakni saluran untuk menyalurkan cairan yang terdapat dalam selaput labirin telinga dalam. Demikian pula sistem pencernaan makin sempurna dengan terjadi pembedaan yang kian nyata antara cikal-bakal usus besar dan usus buntu. Bahkan cikal-bakal ginjal dan hati pun sudah terbentuk. Begitu juga struktur muka secara keseluruhan mulai bisa “terbaca”.
MINGGU KE-6
Saat ini embrio diperkirakan berukuran sekitar 7-9 mm, pembuluh-pembuluh nadi di bagian kepala kian jelas terbagi-bagi menurut tugas masing-masing. Di minggu ini rongga mulut sudah tampak. Begitu juga struktur mata sudah terbentuk meski masih berjauhan letaknya. Di tengah-tengah wajah muncul tonjolan hidung. Ruas-ruas tulang belakang sudah terbentuk meski masih terlihat samar. Organ tubuh lain yang juga mulai berkembang di usia kehamilan ini adalah pembungkus saraf, penciuman, kandung kemih, jari-jemari, bahkan otot-otot punggung. Kekurangan asam folat atau anemia akut bisa mengakibatkan janin mengalami fetal neural tube defect (gangguan tabung saraf) dengan tak terbentuknya sebagian tulang belakang janin sampai kepala dan otak janin.
Di minggu ini embrio diperkirakan berukuran sekitar 11-17 mm. Pembesaran kepala relatif stabil, sementara tubuhnya yang menyerupai bentuk kubus mengalami pemanjangan meski masih membungkuk seperti udang. Bagian ujung yang semula terlihat seperti ekor kecebong menghilang akibat nekrosis atau kematian jaringan secara fisiologis. Ujung hidung dan tonjolan telinga tampak jelas membentuk cikal-bakal daun telinga yang sesungguhnya. Kendati kelopak mata masih terlihat samar.
Tunas-tunas lengan sudah menyiku, sementara jari-jari tangan pun sudah mengarah terpisah satu sama lain. Sedangkan pemisahan jemari kakinya samar terlihat, meski telapak kakinya masih rata. Tunas tangan yang lebih cepat tumbuh ketimbang tunas kaki inilah yang agaknya bisa menjawab pertanyaan mengapa bayi kelak lebih dulu belajar memegang benda-benda di sekitarnya ketimbang belajar berjalan.
Sistem saraf pusat, pembuluh-pembuluh nadi, dan saluran usus makin berkembang. Di minggu ini pula proses penulangan tubuh dimulai. Sedangkan batas-batas antara cikal-bakal lengkung ruas tulang belakang dan ruas-ruas tulang iga baru tampak sebagai alur-alur memanjang. Begitu juga persendian pada bahu, panggul, dan lutut mulai kelihatan.
MINGGU KE-8
Pada akhir masa embrional ini, ukuran embrio mencapai kisaran 27-31 mm. Kepalanya membulat dan wajah polos kekanak-kanakan mulai tampak nyata dengan tertariknya bagian antara dahi dan pangkal hidung ke arah dalam, hingga kian memperjelas cikal-bakal kemancungan hidung si janin.
Langit-langit mulut mulai terbentuk, begitu juga kelopak mata serta daun telinga luar. Secara keseluruhan makin menyerupai bayi dengan taksiran berat sekitar 5 gram. Meski masih lemah, permulaan dari rangka tubuh secara keseluruhan sudah rampung dan lengkap terbentuk dalam minggu ini.
Semua organ tubuh juga mulai bekerja, meski belum sempurna. Semisal otak yang mulai mengirim sinyal/perintah ke organ-organ tubuh atau hati yang mulai memproduksi sel-sel darah. Tubuh yang ringkih ini pun mulai bisa bergerak secara tak teratur, yang jika dijumlahkan rata-rata sebanyak 60 kali gerakan dalam sejam.
MINGGU KE-9
Bila jenis kelaminnya laki-laki, di usia ini sudah bisa jelas dipastikan. Sementara perempuan masih sesekali meragukan. Aktivitas menelan janin, rata-rata sebanyak 25 kali dalam satu jam. Tangan janin pun mulai bergerak bebas. Dalam arti, tak lagi tergantung pada gerakan tubuh.
Sebentuk kuku pada setiap jari tangan dan kakinya muncul di minggu ini. Panjangnya menjadi sekitar 10 cm dengan berat 20 gram. Dalam minggu ini pula pembentukan kulit dan fungsinya berkembang menuju penyempurnaan.
MINGGU KE-10
Pada beberapa janin, aktivitas menelan dan menggerakkan tangannya secara bebas baru dimulai minggu ini. Jenis kelamin perempuan bisa diidentifikasikan secara jelas di minggu ini. Sistem otot dan saraf sudah mencapai tingkat kematangan. Selain telah mampu pula mengirim dan menerima pesan dari otak. Dengan mulai berfungsinya sistem saraf, janin sudah mampu melakukan gerak refleks. Bahkan kaki sudah mampu melakukan gerakan menendang, misal.
MINGGU KE-11
Panjang tubuhnya mencapai sekitar 6,5 cm. Baik rambut, kuku jari tangan dan kakinya mulai tumbuh. Sesekali di usia ini janin sudah menguap.
Gerakan demi gerakan kaki dan tangan, termasuk gerakan menggeliat, meluruskan tubuh dan menundukkan kepala, sudah bisa dirasakan ibu. Bahkan, janin kini sudah bisa mengubah posisinya dengan berputar, memanjang, bergelung, atau malah jumpalitan yang kerap terasa menyakitkan sekaligus memberi sensasi kebahagiaan tersendiri.
MINGGU KE-12
Struktur yang telah terbentuk akan terus bertumbuh dan berkembang kian sempurna. Di usia ini umumnya ibu bisa mendengar denyut jantung bayinya, dengan memakai alat khusus yang disebut fetal dophtone.
Di minggu ini sistem rangka tubuh memiliki pusat pembentukan tulang/osifikasi pada sebagian besar tulang. Sistem pencernaan mampu menghasilkan kontraksi untuk mendorong makanan ke seluruh usus dan mampu menyerap glukosa secara aktif.
Bila diinginkan, di minggu ini pun bisa diagnosa penyakit keturunan semisal thalassemia dan sindroma Down, yang bisa dilakukan lewat pemeriksaan Chorion Villus (CVS) guna memastikan ada-tidak kerusakan pada kromosom. Caranya dengan mengambil sampel sel-sel plasenta yang bisa dilakukan secara transabdominal melalui perut atau leher rahim/transervikal.
Kelainan kromosom dapat terjadi karena ada kelainan kromosom pada orang tua. Atau akibat pengaruh virus, bakteri, penyakit maupun zat berbahaya lain yang menyerang sel-sel embrio.
-
~selalu ada hal istimewa diakhir pelangi~
http://www.swahyuni.multiply.com
Rabu, 20 Juli 2011
Bibit
Selasa, 05 Juli 2011
Special Moment
Selasa, 05 April 2011
{2nd Pregnancy} - Akhirnya (2)
Melanjutkan cerita tentang kehamilan kedua-ku yang pernah di publish disini
Rasanya seperti mimpi,
ketika pada saat aku menulis hari ini, aku tidak lagi hamil....tidak ada janin di rahimku, tidak ada gangguan hormon yang menyenangkan.... :)
Tanggal 27 Pebruari 2011
Udah beberapa hari ini aku batuk, ketularan virus dari dika, hari itu aku gak kemana hanya di rumah saja karena memang lagi gak fit kondisinya. Sorenya ketika aku mandi, aku mendapati bercak darah di celana dalamku.... paniiik, banget.... lapor ke temen-temen di BBG, dan disarankan untuk istirahat dan coba untuk tidak batuk terlalu keras
Tanggal 28 Pebruari 2011
Kontrol ke Kemang Medical Centre, ketemu dr Ridwan, hasil cek lewat USG Trans Vaginal tidak ditemui pendarahan di seputar rahim, Panjang janin 1.5 cm, usia janin 5w3D, pendarahan pada kehamilan muda memang biasa terjadi, bila tidak ada kondisi yang mengkhawatirkan Janian akan tumbuh dengan sempurna sampai Lahir. Disarankan untuk bedrest selama 3 hari, dan konsul kembali tanggal 7 Maret 2011.
Tanggal 7 Maret 2011
Kembali kontrol ke KMC, pendarahan masih terjadi namun frekwensi dan kuantitinya tidak banyak. Kembali di USG Trans Vaginal. Dan ternyata........
"Ibu, Janin Ibu tidak berkembang, usia janin masih terlihat 5W3D, panjang janin masih di 1.5 cm ", dhuaaaaaar... berasa kejatuhan tembok yang beratnya berton-ton.
dr. Ridwan mengatakan bahwa bila proses pembuahan tidak sempurna maka akan terseleksi alam, caranya dengan keluar sendiri atau melakukan kuretase.
Kami tidak bisa putuskan langsung hari itu karena belum menyiapkan kondisi ini ketika berangkat dari rumah
Tanggal 14 Maret 2011
Setelah konsul ke beberapa teman dan juga bunda, saya putuskan untuk 2nd opinion, ada 2 dsog yang saya tuju, yaitu dr. Azen di RSPI atau dr. bambang karsono di YPK Menteng. dan sungguh sulit mendapatkan jadwal konsul kedua dsog tersebut. Tuhan memang maha baik, aku mendapat jadwal konsul di dr. Bambang di Klinik Moegni tanggal 14 April setelah 2 kali berganti jadwal karena dapat jam 11-12 malam terus
Hari yang kutunggu-tunggu, aku izin dari kantor pas jam makan siang untuk ke klinik ini. Diantar oleh papi, kami berdua sudah siap bila ternyata diagnosis yang akan kami terima sama dengan sebelumnya.
Setelah nunggu hampir 2 jam, aku memasuki ruang praktek dr. Bambang, hmmm dokter yang ramah...., aku terangkan ke Beliau bahwa kami sedang 2nd opinion atas diagnosa yang kuterima dari DSOG sebelumnya. Dan setelah di lakukan USG Trans Vaginal, beliau menginformasikan :
Bu, Bapak, masih ada pendarahan yang terjadi, tidak ada tanda-tanda kehidupan dalam rahim Ibu, Janin ini tidak berkembang, jadi sebaiknya kuretase segera dilakukan. karena sudah dipastikan ini Blighted Ovum.
Malamnya di rumah, mbah Kung bilang, coba 3rd opinion satu kali lagi, kalo memang ternyata hasilnya sama ya sudah, cepet kuretase. Saya n Papi setuju untuk 3rd opinion. Hal ini kami lakukan agar tidak ada keraguan bagi diri kami dalam mengambil keputusan bila ternyata kuretase harus dilakukan.
Tanggal 15-April-2011
Kami berencana untuk 3rd opinion hari Rabu ke DSOG lain, tapi ternyata keadaan gak berpihak padaku, seharian aku merasakan kontraksi yang sangat menyakitkan ditandai keluarnya darah yang cukup banyak. Setelah ngobrol sama papi, mba Ria dan Ida, kami putuskan untuk 3rd opinion malam ini juga. Kami pilih ke Rumkit terdekat dari rumah kami, dan pilih dokter yang sudah cukup berpengalaman.
Jam 9 malam kami masih antri di Rumkit Bakti Asih, karena memang mendaftar dinomor buncit. Hasil konsul dan periksa dsog, beliau juga menyatakan BO dan harus segera kuretase, Jadwal Kuretase bisa besok pagi atau sore hari. Bila mau ambil besok pagi, boleh nginap di Rumkit karena mulai malam ini sudah pasang alat di rahim (Laminaria). Kami putuskan untuk menginap agar bisa kuret pagi dan pulang siang hari.
Tanggal 16-Mei-2011
Tepat jam 10.00 pagi proses kuretase dilakukan (telat 2 jam dari waktu yang dijanjikan), proses kuretase hanya 30 menit, jam 12 tepat aku sudah tersadar dengan kesadaran penuh, berasa kelaparan dan kehausan... begitu bangun bahagia rasanya ada Mbah, Eyang, Papi, Dika (dluar), tante dan omku serta iringan doa dari temen-2ku.
Tidak ada kesedihan,
karena aku yakin ini yang terbaik yang kami lakukan
Singkat memang mami mengenalmu dan menjagamu nak...merasakan indahnya bersamamu....
tapi yakinlah..... mami - papi mencintamu....
love
-5042011/mami4laras-
Selasa, 08 Februari 2011
{2nd Pregnancy} - Akhirnya
karena telat haid s/d 1-10 hari udah biasa buatku, makanya gak pengin buru-buru untuk tespek.
Tapi ada segerombolan emaks yang mendorongku untuk tespek....
hmmmmm antara yakin dan gak yakin sih, tapi tetep ke apotik untuk beli tespek, smepet bingung waktu ditanya petugas, mau beli yang mana..... yang murah or yang mahal.... hehehe, pilih yan murah donk, soalnya kalo negatif khan gak rugi....(dasar pelit ah)
Udah lama gak tespek, degdegan juga sih.
tralaaaaaaa ternyata tespek pertama "garis 2", kucek-kucek mata gak percaya nih....
ambil tespek kedua, tralaaaaa hasilnya sama
antara kaget, bersyukur dan akhirnya nangis terharu
bangunin papi, bangunin dika.... kasih liat hasil 2 tespek tersebut....
papi langsung bilang alhamdulillah, selamat ya mih buat kita bertiga, trus mendaratkan ciuman dipipi dan pelukan hangat....
dika...... aku cuma bilang, dika bentar lagi punya adik ... dika seneng gak ?
seneng mih...seneng....adik dimana....peyut mamih ya.....hoyeee.... trus meluk aku
ah tambah bahagia karena dapat pelukan ketiga, keempat, kelima dst dari orang-orang yang kucinta.
akhirnya...... selamat datang masa kehamilan
semoga aku nyaman menjalani masa-masa ini....
semoga kami bertiga dan calon adik akan semakin asik dalam membina relasi..... amin
Minggu, 09 Januari 2011
memilih
Maka saya memutuskan untuk tidak memilih melepaskan keduanya.
Sabtu, 08 Januari 2011
(share) - My Special Son
Betapa tulisan ini sangat berarti buat saya, membuat emosi saya teraduk-aduk, membuat saya menangis lirih.
Ya Allah, terima kasih kau anugerahi dika kepada kami, kami akan sekuat tenaga menjaga n membimbing Andika.
********
My special son
Virginia, Januari 2006
Dikutip dari buku : My Special Child oleh Meidya Derni dkk
/Hidup ini adalah ujian.
Kesenangan, kesulitan, kegagalan, dan kesuksesan semua adalah bentuk ujian-Nya. Ujian untuk bisa menentukan manakah di antara umat-Nya yang beriman dan berserah sepenuhnya hanya kepada-Nya./
Saya adalah ibu empat orang anak yang saat ini tinggal di Norfolk,Virginia, Amerika Serikat. Sebagai seorang wanita, saya diberi-Nya keluasan rezeki dengan kemudahan untuk hamil.
Akan tetapi tidak demikian halnya dengan perjalanan saya untuk menjadiseorang ibu. Ada kehilangan, perjuangan, dan doa-doa panjang di sana.
Proses kehamilan putra-putri saya memang tidaklah terlalu mudah. Demikian juga setelah saya menjadi seorang ibu. Rasa bahagia, duka, kelegaan, dan kekhawatiran dalam membesarkan dan merawat anak-anak meninggalkan jejak-jejak yang mendalam di hati saya. Terutama dalammendampingi putra ketiga saya, Afzhal, yang didiagnossa menderita autis.
Sebagai seorang ibu kadang terasa begitu pedih menyaksikan buah hati yang mengalami perkembangan berbeda dari anak-anak lainnya. Kepekaannya yang melebihi anak-anak lain dalam beberapa hal, merupakan derita yang harus dia rasakan sendiri dalam dunia kesendiriannya. Karena kondisi dirinya yang membuatnya mempunyai ketergantungan yang tinggi kepadabantuan orang lain, bahkan untuk melakukan hal yang paling sederhana sekalipun, seringkali membuat hati saya seperti tersayat-sayat. Ada waktu-waktu tatkala saya hanya bisa menangis kepada-Nya dan memohon agar saya diberi-Nya kesabaran yang tak berbatas, supaya saya bisa selalumemberikan yang terbaik untuknya.
Saya membuat tulisan ini tiada tujuan lain kecuali agar pengalaman saya bisa menjadi hikmah dan memberikan ibrah serta manfaat kepada siapapun yang membacanya. Semoga.
Tanda-tanda awal
Perjalanan keluarga kami dalam dunia Autisme dimulai sekitar empat tahun yang lalu, yaitu ketika anak kami Afzhal divonis dokter autis. Autisme atau biasa d.isebut ASD (Autistic Spectrum Disorder) adalah gangguan perkembangan fungsi otak yang kompleks dan sangat bervariasi (spektrum).
Biasanya gangguan perkembangan ini meliputi tara berkomunikasi,berinteraksi sosial, dan kemampuan berimajinasi.
Ketika Afzhal berumur 0-6 bulan, dia baik-baik saja, pertumbuhan dan perkembangannya normal, dia tumbuh menjadi bayi yang sehat qan lucu. Dia mempunyai kulit yang putih bersih dengan matanya yang indah, rambutnya yang hitam, tebal, dan lembut bak sutra, serta tentu saja senyumnya yang menawan. Pokoknya dia tampan, manis, dan imut. Kalau saya sedang ke taman atau ke grocery store, kadang saya harus berhenti untuk menerima pujian dari orang-orang yang kebetulan melihatnya. Aih ..., dia memang bayi yang mempesona.
Pada waktu umur 6 bulan, kami sekeluarga pulang ke Banda Aceh untuk bersilaturrahim dengan orang tua dan saudara. Sebulan sesudah kami berada di sana, berat tubuh Afzhal menurun karena dia menolak untuk makan (waktu itu saya baru memperkenalkan makanan padat padanya). Rewelnya muncul dan juga masalah alergi mulai timbul.
Dua bulan kemudian, kami kembali ke USA. Selama perjalanan yang panjang dari Jakarta ke Virginia yang lebih dari 24 jam, Afzhal hanya menangis tanpa henti. Dia tidak mau disusui dan sangat stres dengan perjalanan tersebut. Sebenarnya, bukan hanya Afzhal yang stres, seluruh anggota keluarga yang lain juga demikian.
Segera, setelah kami sampai di rumah, Norfolk, saya menelepon dokter anak. Ketika saya bilang, Afzhal punya tanda-tanda dehidrasi, seperti, tidak keluar air mata ketika menangis, kulitnya akan berbekas jika ditekan oleh jari, kantung matanya menyusut ke dalam, dan lain-lain.
Dokter anak itu menyuruh saya membawa Afzhal ke rumah sakit segera.
Sesampai di rumah sakit CHKD (Childrefl's Hospital of The King's Daughter), dokter memeriksanya secara intensif. Para dokter sangat khawatir karena saya baru saja pulang dari perjalanan ke luar negeri yang menempuh separuh Bumi. Bermacam-macam tes mereka lakukan. Di antaranya, spinal tes (ini sangat menusuk-nusuk perasaan saya).
Saya merasa kasihan kepada Afzhal yang waktu itu sudah sangat kurus. Apalagi dia harus ditusuk tulang belakangnya, agar mereka bisa mengambil cairan dari punggungnya. Cairan tersebut di bawa ke laboratorium, untukmengetahui apakah ada bakteri atau virus di dalam tubuhnya. Alasan mereka, kita bisa bertini::lak cepat seandainya ada sesuatu yang berbahaya di dalam sistem tubuhnya sebelum menuju ke otak. Waktu itu, Afzhal menangis (walau sudah tidak keluar lagi air matanya dan dia sangat lemah), tapi saya bisa lihat kalau dia sangat kesakitan. Sesudahtes spinal selesai, tes berikutnya adalah CT scan, kemudian USG (ultrasonografi).
Sebenarnya, saya tidak setuju dengan tes-tes yang mereka lakukan. Saya pikir (perasaan ibu) Afzha! tidak apa-apa. Dia hanya kurang cairan tubuh saja. Namun, tim dokter ingin sekali memastikan kondisi Afzhal yang sesungguhnya. Apalagi, kami baru saja datang bepergian dari Indonesia. Katanya, dalam pesawat banyak virus berkeliaran. Sesudah tiga hari di rumah sakit, mereka menyatakan bahwa berdasarkan hasil tes anak saya tidak mempunyai masalah dalam tubuhnya. Semua hasil tes menunjukkan negatif. Hari itu juga, mer,eka memperbolehkan anak saya pulang.
Hanya beberapa minggu sesudah itu, Afzhal mulai rewel lagi. Masalah tidurnya mulai muncul lagi (susah untuk tidur, mudah bangun lagi ketika tidur, dan tidak mau tidur lagi). Setiap malam menangis. Saya berusaha melakukan apa pun untuk mencoba menenangkannya, tetapi tidak berhasil.
Terlebih suami yang seorang karya siswa di sebuah Universitas di Virginia, seringkali pergi ke kampus pada malam hari untuk melakukan risetnya dengan alasan di ruangannya pada siang hari sangat berisik. Otomatis, setiap malam saya sendiri yang menjaga Afzhal.
Pernah suatu malam, Afzhal menangis tiada henti, sementara saya sudah sangat lelah dan mengantuk. Tetapi, Afzhal terus saja menangis. Lalu, saya ambil bantal dan saya lemparkan ke sudut ruangan sambil menjerit,"1 can't take this anymore!" Yah, benar, saya benar-benar frustrasi. Sayapun jadi ikut menangis. Tak tahu harus meminta tolong kepada siapa.lngin sekali memanggil Mamak atau adik atau saudara-saudara yang lain. Tapi, itu tak mungkin. Di mana mereka? Mereka ada di negeri yang separuh Bumi jaraknya dari tempat saya tinggal sekarang. Beginilah nasib hidup di negeri orang ... ingin rasanya saya menjerit dan meminta berhenti saja, tetapi hidup terus berjalan.
Hari-hari berlalu, keadaan Afzhal tak kunjung membaik. Afzhal semakin susah makannya. Akibatnya, berat badannya tak kunjung naik. Oia pun seringkali terkena infeksi telinga, tambah rewel, dan seringkali tantrum. Setiap kali infeksi telinga yang ditandai dengan panastinggi, tangisnya tiada henti. Untuk memberikan obatnya atau memakaikan baju atau menyikat giginya, atau mengganti popoknya, pasti membutuhkan dua orang untuk mengerjakannya. Apalagi, pada saat yang bersamaan, saya pun hamil "Iagi". Subhanallah! It took everything I had to keep up with him and survive each day.
Di sebelah apartemen saya, tinggal sepasang suami istri dari Korea,mereka mempunyai dua orang anak kecil, yang umurnya hampir sama dengan Afzhal. Kalau saya amati perkembangan anak tersebut dibandingkan dengan Afzhal, jauh meninggalkan Afzhal di belakang. Padahal, seingat saya ... waktu umurnya 0-6 bulan, ibunya sangat iri dengan perkembangan Afzhal.
Bagaimana ini bisa terjadi? Sebenarnya, saya tidak mau membandingkan antara anak dia dengan anak saya karena setiap anak tumbuh dan berkembang dengan berbeda.
Ketika anaknya berumur 10 bulan, anaknya sudah bisa jalan. Sedangkan Afzhal baru berdiri sambil berpegangan di kursi. Ketika berumur 11bulan, anaknya sudah bisa bilang bye-bye. Sedangkan, Afzhal; kalaudilambaikan tangan oleh abangnya, dia hanya diam saja tanpa ekspresi.
Kalau kami ke taman, anak teman saya tersebut sangat senang bermain pasir dan berlari mengejar abangnya. Sementara itu, Afzhal tidak mau menyentuh pasir. Yang dia mau hanya bermain ayunan berjam-jam, jika diajak pulang dia akan menangis histeris.
Kalau saya bawa ke masjid, selalu tantrum, mungkin dia melihat bermacam-macam orang di sana dan sangat ribut. Oia menyukai tempat yang tenang, yang tidak banyak orang. Jadilah, saya tinggal di rumah setiap saat. Saya jarang pergi ke halaqah di masjid, dan menghindari tempat-tempat ramai. Saya menjadi tahanan di rumah sendiri!
Melewati umur 15 bulan, kekawatiran saya semakin parah. Belum ada satu kata pun keluar dari mulut Afzhal. Memang pernah dia babbling "Mama ...Mama ... Baba ... beberapa kali, tapi sayup-sayup lenyap. Pada umur 16 bulan, dia juga pernah bisa main komputer. Dia bisa memegang mouse dengan baik, dan bisa memilih menu (waktu itu saya pakai software readerRabbit untuk toddler). Dia bisa menggunakannya, tetapi beberapa bulan kemudian, tidak bisa lagi.
Mencari Jawaban
Mulailah perjalan saya mencari jawaban, mengapa Afzhal berubah jadi anak yang sangat payah seperti ini. Sekadar informasi, anak saya yang nomor dua, Ahmad, juga mengalami masalah bicara (speech delay), dan dia pernah di Early Intervention Program juga. Karena pengalaman dengan anak kedua saya tersebut, saya semakin ketakutan melihat perkembangan Afzhal saat itu.
Bertepatan dengan 18 bulan pemeriksaan rutin, saya utarakan kekhawatiran saya kepada dokter. Kebetulan dokternya sama juga dengan dokter anak-anak saya sebelumnya, Ahmad dan Abram, dia juga khawatir dengan perkembangan Afzhal. Segera dia menghubungi Early Intervention Program, dan juga memberikan nomortelepon mareka untuk saya. Juga dia memberi referral untuk neurologist dan development specialist. Tidak ketinggalan janjian dengan audiologist.
Hari berikutnya, saya langsung menghubungi Early Intervention Program. Mereka sudah membuat jadwal pertemuan dengan kami. Early Intervention Program ini adalah program pemerintah untuk anak-anak yang diketahui ada tanda-tanda keterlambatan. Biasanya keterlambatan dalam hal bicara,keterlambatan fisik dan perkembangan mental. Singkatnya, setelah dievaluasi oleh M-Team (Multidisciplinary Team) di Early Intervention Program (Norfolk Infant Program) tersebut, mereka memberi label untuk Afzhal: "Significant Delay", sehingga Afzhal berhak mendapat terapi wicara dan terapi okupasi seminggu sekali, juga seminggu sekali ikut gymboree group di Center.
Sebenarnya, setelah M-Team mengetuk palu dengan putusan "significant delay", perasaan saya sangatcampuraduk. Oke, sekarang anak saya sudah ada label, terus kita sudah bisa menentukan intervention apa yang pas untuk dia, dan IFSP (Individual Family Service Plan) bisa segera dibuat.
Tapi, perasaan saya mengatakan anak saya lebih dari sekadar label itu. Janji bertemu berikutnya kami lakukan adalah dengan Audiologist. Seorang sahabat saya menyarankan untuk pergi ke audiologist dulu, sebelum melangkah ke ahli-ahli yang lain. Siapa tahu Afzhal ada sesuatu dengan pendengarannya. Setelah dilakukan tes, hasilnya tidak ada masalah dengan telinganya. Rupanya, kecurigaan teman saya tersebut tidak terbukti.
Lalu kami bertemu dengan dokter saraf. Hasil pengamatan si dokter tersebut, Afzhal global delay. Dia juga melakukan tes darah yang disebut fragile X syndrome test, yaitu tes utk melihat kelainan kromosom di dalam darah Afzhal. Selain fragile X test, anak saya juga harus melalui EEG (Electroencephalogram). Hasil tes tersebut datang 2 minggu sesudah
saya bertemu dengan dokter, dan hasilnya semuanya negatif. Alhamdulillah.
Jalan berikutnya, yang kami lakukan adalah ke dokter Development Pediatric Specialist. Ini dokter yang paling dingin perasaannya yang pernah saya jumpai dalam hidup saya. Sesudah dia mengamati anak saya beberapa sa at, dia datang memberi putusan dengan kata-kata yang sangat menyakitkan perasaan saya, "Autism", "mental retardation", "severe delay", etc. Perasaan saya . hancur, remuk, sedih, dan tentu saja marah.
Bagaimana mungkin dia berkata seperti itu kepada anak saya yang sangat berharga ini. Kata-katanya sangat menyakitkan. Cepat-cepat saya melangkah keluar dari tempat praktiknya. Sepanjang perjalanan pulang ke rumah, di dalam mobil yang dikendarai suami saya,tiada hentinya air mata ini mengalir. Ya Tuhan, anak saya divonis autis,mental retardation, severely delay.
Sejuta harapan dan impian yang sudah mengalir dalam dada ini, sejak detik pertama saya tahu dia berada dalam rahim ini pun sirna. Harapan untuk mempunyai anak-anak yang saleh, anak- anak yang cerdas, seketika lenyap. Impian saya adalah, saya ingin semua anak-anak saya sukses disekolah, di masyarakat, menjadi pemimpin umat, menikah, sukses di dalam kehidupannya, dan sebagainya.
Serasa tubuh ini begitu lemah, hilang rasanya semangat hidup ini, yang ada hanya memikirkan nasib akan masa depan anakku. Oh, Ya Allah, why me? Kenapa Engkau memilih saya. Kenapa Engkau memilih saya sebagai ibu untuk anak spesial ini. Astagfirullahaladziim, ampunilah saya, ya Allah.
Kenapa saya mempertanyakan takdir-Mu dan mengugat-Mu karena Engkau telah memberi cobaan ini untuk kami? Bukankan saya sudah tahu tidak ada sedikit pun kesukaran bagi-Mu untuk berkehendak (muridan) terhadapsesuatu bagi ummat-Mu yang Kau cintai.
Terngiang-ngiang kembali perkataan dokter tersebut di telinga ini,bertambah deras lagi air mata ini mengalir. Hanya kabut duka yang mengisi hari-hari selanjutnya di rumah kami, sampai saya sadar itu memang sudah takdir-Nya. Pada saat itu, saya teringat dengan ayat di surah Yaasin yang setiap malam Jum'at saya lantunkan: innamaa amruhu idzaaaraada syai'an anyakula lahu kun fayakun (sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: "jadilah"! maka jadilah ia) Ya Allah, ses ungguhnya kami adalah hamba-Mu, ubun-ubun kami dalam tangan-Mu, berlakulah atas kami hukum keputusan-Mu dan adillah . atas kami takdir-Mu.
Ya Allah, engkaulah yang menyembuhkan, tak ada obat selain obat-Mu. Obat yang tidak meninggalkan sakit lagi. Yang berkat kekuasaan-Mu ada obatnya. Sembuhkanlah anak kami, ya Allah .... Sembuhkanlah buah hati kami ...!
Operasi Penyelamatan Afzhal
Segera setelah Norfolk Infant Program (Early Intervention Program) merampungkan ISFP (Individualized Service Family Plane), yaitu semacam kurikulum yang yang di dalamnya berisi step by step plan mengenai prioritas apa yang hendak dicapai oleh si anak, kelebihan dankekurangannya, dan lain-Iainnya. Petugas terapi wicara, terapi okupasi, dan petugas edukasi mengimplementasikannya kepada si anak. Pada waktu itu, Afzhal menerima 60 menit per minggu dari masing-masing terapi tersebut.
Ada satu hal yang sampai saat ini amat saya sesalkan, adalah ketidaktahuan saya kalau kami bisa meminta sebanyak mungkin jam terapi kepada early intervention, daripada cuma dapat satu jam per minggu,mungkin Afzhal akan lebih cepat sembuh.
Setelah Afzhal berumur tiga tahun, dia tidak berhak lagi mendapat servis dari early intervention program, dia ditempatkan di special preschool.Pertama dia ditempatkan di kelas regular (multi handicap). Setiap hari, Afzhal pulang ke rumah dengan jidat yang biru. Pada saat itu, dia sudah semakin sering membenturkan kepalanya ke lantai (head banging). Karena muridnya 15 orang, sementara guru cuma dua orang, otomatis perhatiannya tidak bisa selamanya untuk Afzhal.
Saya protes keras ke kepala sekolah. Saya minta Afzhal segera dipindahkan ke kelas anak-anak autis. Tentu, prosesnya tidak mudah seperti membalik telapak tangan. Banyak rangkaian proses yang harus saya alami, sampai berantem melalui telepon dengan salah seorang karyawan departemen pendidikan di City Hall. Terakhir, saya baru tahu karena diberitahukan oleh seorang guru, biaya yang harus dibayar oleh Norfolk Public School untuk SECEP Program (sekolah khusus untuk anak autis) adalah 28.000 dolar/ tahun. Alhamdulillah atas kemudahan yang diberikan-Nya, Afzhal bisa mendapatkan program tersebut.
Setelah Afzhal ditempatkan di kelas SECEP, saya berpikir Afzhal akan segera memperlihatkan perkembangannya. Rupanya, tunggu punya tunggu, perkembangan bicaranya tidak ada, begitu juga keterampilan-keterampilan yang lain yang sudah tertulis di IEP (Individualized Education Plan) sangat lambat tercapai. Sampai akhir tahun, saya "menjerit lagi". Mungkin pendekatannya tidak sesuai, kata saya kepada guru di sana.
Setiap buku yang saya baca, semuanya menyebutkan kalau one-on-one denganmenggunakan ABA (Applied Behavior Analysis) modification work best. Tetapi, mereka tetap pada sistem PECS (Picture Exchange CommunicationSystem) dan TEACCH (Treatment and Education of Austistic and Related Communication Handicapped Children) yang digunakan. Akhirnya, saya mencari segala cara agar Afzhal bisa mendapatkan ABA program ini.
Dari beberapa ternan yang sering bertemu di pertemuan parent support group, saya mendapat kabar kalau Norfolk Service Board mempunyai dana (grant) untuk behavior intervention. Melalui Afzhal service coordinator yang bertugas di sapa, saya mengutarakan keinginan saya ini.
Alhamdulillah, walau ada likuliku dalam usaha ini, grant tersebut turun juga, 30 jam per bulan, dan per jamnya 75 dolar. Mana bisa kami yang seorang karya siswa membayarnya, seandainya kami harus membayarnya sendiri. Alhamdulillah atas kemudahan yang Engkau berikan, ya Allah,kami bisa mendapatkannya.Keterlibatan yang lain, yang kami lakukan untuk menolong Afzhal adalahmenggunakan biomedis (biomedical intervention). Afzhal mendapatkan perawatan biomedis ini, melalui Dr. Mery N. Megson, di Richmond, Virginia. Karena dokter ini, tidak menerima asuransi yang kami gunakan, otomatis biayanya keluar dari kantong sendiri. Pertemuan pertama dengan si dokter kami harus membayarnya sebesar 600 dolar, belum termasuk konsultasi dengan ahli nutrisi, dan membeli bermacam-macam suplemen.
Tapi, lagi-lagi Allah memberi jalan kepada kami. Setelah beberapa bulan kami menggunakan BI ini, Afzhal akhirnya mempunyai pendapatan sendiri lewat SSI (social security income), yang besarnya hampir setengah gaji ayahnya. Alhamdulillah. Sampai sekarang dia. masih menerima suntikan B12 yang saya suntik setiap malam kepadanya, vitamin A, dan aneka obat-obatan lainnya.
Afzhal Saat Ini
Afzhal baru saja merayakan ulang tahun kelimanya. Alhamdulilah sudah banyak kemajuan yang dicapai setelah dia mendapatkan ABA (Applied Behavior Analysis) terapi ini, diet cf/gf (Casein free/gluten free), dan BI (Biomedical Intervention). Setiap perkembangan, walau sekecil apapun, kami sambut dengan rasa syukur kepadaNya. Tanggal 8 Januari 2006 yang lalu, merupakan hari yang tidak pernah saya lupak n. Saat saya duduk sendiri, tiba-tiba dia datang menghampiri saya, menatap mata saya dalam-dalam, pandangan kami beradu, dia memanggil saya "Mama". Saya peluk dia kuatkuat, saya cium dia, air mata haru mengalir di pipi.
Terima kasih, Afzhal. Terima kasih sudah memanggil saya Mama. Saya tahusaat itu akan datang. Semakin hari semakin banyak alphabet sound yang bisa dia ucapkan, b, m,p ,d, I, up ,on, more, mami, baba, dada, dan lain lain. Dia sudah bisa matching dalam 2-3 objek. Sudah mau duduk di tempat dalam 10 menit, sudah mau datang kalau dipanggil. Interaksi dengan abang-abangnya sudah semakin sering.
Jalan yang yang harus kami tempuh bersama Afzhal memang masih panjang dan berliku. Perjuangan masih harus diteruskan. Dan saya bersyukur atas segala kepercayaan yang telah diberikan-Nya.
We enjoy our son where he is no we celebrate the gains that have been made no matter how smallthey seem. Amanah-amanah-Nya, yaitu permata-permata hati yang menjadi cahaya hidup saya. Hanya permohonan yang selalu saya panjatkan kepada-Nya, supaya selalu diberi bimbingan dan kekuatan agar bisa menjaga amanah-amanah ini dengan sebaik-baiknya.
Inilah senandung yang selalu akrab di telinga Afzhal yang saya nyanyikan menjelang dia tidur:
You ore verv special
Oleh: Zain Bhika
You are very special
There's no one just like you
Created by the master Allah created you
You are very special
Exclusively designed
You are very special
And I'm so glad you're mine
You were made by Allah
He fashioned your heart
You were made by Allah
He knew you .from the start
You were made by Allah
Unique in all your ways
You were made by Allah To praise him all your days
Bright little eyes He gave you
To help you find your way
May Allah grant them wisdom
To see you through each day
You are very special
There's only one of you
You are very special
And remember I love you
What ever life will bring you
What ever you will bear
Remember your creator
Allah is always there
And when your world is crumbling With pain and darkness too
Just look into your heart Allah is there for you
*ditulis ulang, ciledug 080111
Selasa, 28 Desember 2010
menjelang 2011
tidak punya resolusi tertulis untuk tahun ini
hanya ingin membulatkan tekad untuk " Fokus " pada setiap yang akan aku lakukan di tahun 2011 apapun itu bentuknya.
so.....
let's enjoy our life
with more happiness and love
~shin~
Selasa, 21 Desember 2010
cowo ngambek
berikut adalah kutipan tanya jawab berkait keluhan istri tentang sikap suami yang sulit dipahami, sementara si suami menuntut istrinya memahami
1. Kenapa sih cowo bisa jadi sensitif gitu? Aku kebayangnya sih mungkin karena perbedaan nilai hidup atau cara dia dibesarkan atau emang udah dari sononya? Ada sebab lain?
Dalam konteks sosial, budaya juga berpengaruh melalui penanaman kesadaran kolektif bahwa perempuan itu warga kelas dua. Bahkan, surga juga selalu digambarkan dipenuhi malaikat dan bidadari yang notabene mewakili sosok perempuan. Artinya, surga itu digambarkan sebagai tempat yang nyaman buat lelaki, tanpa kejelasan apakah perempuan menikmati surga yang seperti itu. :) Jadi, perilaku ngambek para lelaki itu bisa dilatarbelakangi juga oleh kesadaran kolektif bahwa lelaki itu berhak menguasai perempuan; sehingga ketika si perempuan tidak menampilkan perilaku yang menggambarkan sikap tunduk pada lelakinya, si lelaki menjadi tersinggung dan berupaya untuk mendapatkan kembali kendalinya atas si perempuan, dengan cara ngambek.
Dalam konteks keluarga, pola asuh punya pengaruh yang meyakinkan dalam hal pembentukan karakter anak yang tumbuh di dalam keluarga itu. Jadi, perilaku ngambek para lelaki itu bisa dilatarbelakangi oleh kebiasaan dilayani atau dibanjiri perhatian yang tidak sehat karena cenderung memanjakan. Apalagi, dalam keluarga tertentu, anak perempuan biasanya dibiasakan untuk membantu ibu mengurus rumah dan melayani kebutuhan seluruh anggota keluarga. Jadi, kalo perempuan ngurus dirinya sendiri, kalo lelaki diurus oleh perempuan dan mereka boleh bermain tanpa tanggungjawab ikut terlibat dalam urusan rumah.
Dalam konteks personal, komposisi hormonal dalam tubuh akan membentuk sebuah pola temperamen tertentu. Jadi, perilaku ngambek para lelaki itu bisa juga dilatarbelakangi oleh pola temperamen yang dimiliki. Biasanya, pribadi yang berpotensi menampilkan perilaku ngambek adalah mereka yang memiliki pola temperamen melankolis yang berkombinasi dengan pola plegmatis atau sanguinis sehingga pola agresinya jadi cenderung bersifat pasif. Ngambek, adalah salah satu tampilan agresi yang bersifat pasif.
Dengan demikian, secara umum dapat disimpulkan bahwa perilaku ngambek para lelaki itu dilatarbelakangi oleh kebutuhan berkuasa, sebagai implementasi dari kesadaran kolektif sebagai lelaki; yang ditampilkan dalam bentuk agresi pasif (=upaya menguasai dengan cara memanipulasi atau memanfaatkan kebutuhan merawat, dalam diri perempuan), sebagai hasil dari proses pembiasaan yang notabene merupakan bagian dari dinamika peran gender di dalam keluarga.
Repotnya, akibat latar belakang itu, kebanyakan perempuan memiliki kebutuhan merawat yang cukup besar, sehingga akhirnya para lelaki berhasil menguasai perempuan untuk melayani dirinya tanpa si perempuan jadi merasa dirugikan. Bahkan sebaliknya, si perempuan merasa dirinya punya peran yang penting dan dibutuhkan sehingga rela menjadi pelayan si lelaki. :)
---
2. Salah ga sih jadi sensitif seperti contoh di atas?
Karena kepribadian adalah buah dari proses yang terjadi antara karakter (pola asuh; nurture factor) dan temperamen (komposisi hormon; nature factor), maka tidak ada satupun pola kepribadian yang bisa disebut salah. itu sebabnya manusia memiliki hakikat yang disebut UNIK. Jadi, kalo mau dipermasalahkan, bukan soal pola kepribadian yang membuat si manusia jadi unik, yang perlu dipermasalahkan, tetapi, bagaimana implementasi pola kepribadian yang dimilikinya itu, di dalam hidup kesehariannya, termasuk di dalamnya adalah bagaimana ia berinteraksi dengan manusia lain yang memiliki keunikan masing-masing.
Dalam kehidupan pernikahan, kecenderungan menjadi sensitif juga bukan suatu hal yang bisa disebut salah, apalagi masalah. Dengan demikian, supaya sikap sensitif yang dimiliki suami tidak mengganggu kenikmatan pernikahan, istri perlu memahami apa yang melatarbelakangi sikap sensitif suami itu; karena hanya dengan memahami hal itu, istri bisa membangun alternatif perilaku guna menghadapi sensitivitas suami yang kadang dirasakan berlebihan.
---
3. mau donk dikasih beberapa tips (plus penjelasannya) cara menghadapi cowo sensitif kayak gitu.
karena yang kita bicarakan adalah sikap yang notabene adalah kecenderungan berperilaku, maka yang perlu dipelajari adalah keterampilan memeriksa apa kebutuhan yang melatarbelakangi sikap dan/atau perilaku tersebut.
Ada 4 kombinasi kebutuhan yang melatarbelakangi sikap dan/atau perilaku:
a. kebutuhan untuk mendapatkan sesuatu.
Contoh: suami ngambek karena ia cari perhatian; berarti ia butuh perhatian.
b. kebutuhan untuk menghindari sesuatu.
Contoh: suami ngambek karena ia menyembunyikan sesuatu; berarti ia ngambek supaya istri ga tanya macem-macem. :)
c. kebutuhan untuk mendapatkan sesuatu demi menghindari sesuatu.
Contoh: suami ngambek karena ia cari perhatian dalam rangka mengalihkan perhatian istri supaya si istri ga tanya kenapa ia pulang pagi tanpa ada kejelasan kemana n ngapain n sama siapa.
d. kebutuhan untuk menghindari sesuatu demi mendapatkan sesuatu.
Contoh: suami ngambek karena ia ga mo nganter istri ke rumah orangtuanya, supaya ia bisa nonton siaran langsung sepakbola di rumah.
Ngambek adalah perilaku yang tidak rasional. Sementara, pernikahan adalah dunia orang dewasa sehingga orang-orang yang memutuskan masuk ke dalamnya dituntut berperilaku sebagai orang dewasa (secara psikologis, bukan sekedar secara kronologis/ usia). Artinya, ia memiliki kesanggupan (mau dan mampu) menghadapi segala situasi dengan keseimbangan rasional dan emosional yang baik sehingga tanggapannya bisa bersifat konstruktif.
Dengan demikian, karena suami punya tuntutan berperilaku sebagai orang yang dewasa, maka perilaku ngambeknya suami tidak perlu selalu ditanggapi dengan mengikuti keinginannya. Nah, melakukan pemeriksaan terhadap kebutuhan yang melatarbelakangi ngambeknya suami, akan membantu para istri untuk memetakan alternatif sikap dan/atau perilaku apa yang akan ia tampilkan dalam rangka menghadapi ngambeknya si suami itu.
catatan:
cerita komplitnya ttg hal-hal berkait kebutuhan itu, ada di buku "kurangkul diriku demi merangkul bahagiaku".
salam,
MENGETAHUI POTENSI vs MEMANFAATKAN POTENSI
Bila kita bicara tentang tumbuh-kembang anak, berkait dengan masalah pendidikan ataupun aktivitas bersekolah, maka kecerdasan menjadi hal utama yang banyak dibicarakan. Kita hampir selalu berpikir bahwa kecerdasan adalah hal yang paling penting diupayakan untuk tumbuh dan berkembang hingga titik optimal. Kecerdasan adalah faktor penentu keberhasilan hidup seorang anak, kelak kemudian hari. Jadi, kecerdasan wajib menjadi pusat perhatian dalam pembahasan tentang proses tumbuh-kembang anak, apalagi dalam pembahasan tentang pendidikan dan aktivitas bersekolah.
Untuk itu, sebelum kita bicara terlalu jauh tentang kecerdasan dan apa yang penting diperhatikan untuk mendukung proses tumbuh-kembang seorang anak, maka marilah kita renungkan sejenak: Sebetulnya, untuk kepentingan siapa kita bicara tentang hal itu. Untuk kepentingan anak atau untuk kepentingan orangtua? Bila anda menyimpulkan bahwa pembicaraan tentang hal itu adalah untuk kepentingan anda selaku orangtua, maka sebaiknya anda berhenti di sini dan abaikan naskah yang sedang anda baca ini. Bila anda menyimpulkan bahwa pembicaraan tentang hal itu adalah untuk kepentingan anak anda, ayo kita lanjutkan pembahasan tentang itu.
Bila kita setuju bahwa anaklah yang menjadi pusat perhatian, maka seluruh pemikiran kita tentang hal itu perlu diarahkan berdasarkan kepentingan anak. Berkait dengan isu tentang kecerdasan, maka yang perlu dipahami adalah bahwa fokus perhatian kita selalu pada MAKNA kecerdasan, bukan SKOR atau nilai angka yang mewakili/ menunjukkan posisi si anak dibanding anak lain di kelompok usianya. Jadi, pola berpikir kita perlu diarahkan untuk memahami bagaimana tingkat kemampuan si anak mengolah dan memanfaatkan pengetahuan yang dimiliki untuk hidup lebih baik. Bukannya sekedar menjadi tahu apakah si anak dinilai lebih baik atau kurang baik, dibanding anak lain yang seusia.
Hal ini penting diperhatikan, karena kecerdasan pada prinsipnya akan berkait erat dengan kemampuan belajar. Semakin tinggi tingkat kecerdasan seorang anak, semakin tinggi juga kemampuan belajar yang dimiliki. Dengan demikian, wajar kalau anak yang kurang cerdas menjadi nampak kurang punya minat belajar. Masalahnya, kita tidak boleh membabi buta menyimpulkan bahwa anak yang kurang memiliki minat belajar adalah anak-anak yang kurang cerdas. Artinya, anak yang kurang cerdas memang akan cenderung kurang memiliki minat belajar; tapi mereka yang kurang punya minat belajar, tidak selalu berarti kurang cerdas. Ada banyak faktor lain yang membuat mereka tidak memiliki minat belajar, dan beberapa diantaranya sama sekali tidak berkaitan dengan kecerdasan.
Faktor paling rawan adalah kurangnya pemahaman orangtua dan/atau guru, tentang belajar. Seringkali, anak-anak menjadi enggan atau malas belajar, justru karena mereka disuruh belajar. Tidak ada satupun anak yang mau disuruh belajar. Justru, kalau ada anak yang bersedia disuruh belajar, berarti ia ada di luar kategori normal. Hal ini juga penting diperhatikan karena berkaitan dengan proses perkembangan kecerdasan. Kalau kita mau anak-anak belajar, maka yang kita perlu lakukan adalah menyuruh mereka bermain. Makin banyak aktivitas bermain yang anak lakukan, makin banyak juga proses belajar akan terjadi, yang pada gilirannya berarti makin bagus juga perkembangan kecerdasannya.
Mengapa bermain? Ya, karena bermain akan mengakomodasi proses asimilasi (pertemuan informasi lama [di dalam ingatan] dan informasi baru) serta proses akomodasi (percampuran informasi lama dan informasi baru guna membentuk pemahaman dan pemaknaan baru). Hal ini yang akan membuat saraf-saraf otak dirangsang untuk saling terhubung dan berkaitan. Hal itu yang membuat potensi kecerdasan seseorang bertumbuh dan berkembang mencapai batas optimal sesuai kapasitas yang dimiliki. Kalau tidak terjadi proses itu, maka saraf-saraf di otak itu akan seperti jalanan di kompleks perumahan yang meski banyak, buntu semua karena diportal, sehingga tetap tidak dapat dimanfaatkan secara optimal.
Selain asimilasi dan akomodasi, proses lain yang tidak kalah penting, bahkan juga menjadi faktor yang menentukan adanya perbedaan tingkat kecerdasan antar individu, adalah proses ekuilibrium. Ketika mendapat masukan informasi baru, maka sistem kecerdasan kita mengalami gangguan keseimbangan. Kalau proses ekuilibriumnya berjalan baik, maka proses asimilasi dan akomodasi akan berjalan baik. Kalau proses ekuilibrium tidak optimal, proses asimilasi dan akomodasi juga akan terganggu, sehingga proses belajar secara keseluruhan juga terganggu.
Kembali pada keterkaitan dengan upaya mendukung proses tumbuh-kembang anak, masih banyak juga orangtua yang merasa perlu melakukan tes-IQ guna mengetahui potensi kecerdasan anak. Mengenai hal ini, yang paling perlu diperhatikan oleh orangtua adalah untuk apa tes itu dilakukan. Artinya, kalau orangtua mengetahui angka nilai IQ yang dimiliki si anak, apa tindaklanjutnya kemudian? Perbedaan apa yang akan memberikan nilai tambah bagi anak, setelah angka nilai IQ diketahui. Bila memang tes itu dilakukan untuk kepentingan anak, maka orangtua punya tanggungjawab memastikan pengetahuan tentang angka nilai IQ itu akan membawa manfaat buat si anak. Bila anak tidak mendapatkan manfaat secara faktual, dari angka nilai IQ yang diketahui orangtua, maka sebaiknya tidak perlu apa upaya pemeriksaan kapasitas dan potensi kecerdasan karena hal itu merupakan sebuah pemborosan energi fisik, mental serta material-finansial. Selanjutnya, lebih baik energi itu digunakan untuk seluas-luasnya menyediakan kesempatan mencoba, menelusuri, meng-utak-atik, bertanya dan mencari jawaban, agar anak memiliki kesempatan belajar untuk mengembangkan potensi kecerdasannya secara maksimal.
Sampai di sini, mungkin anda lalu bertanya-tanya: kalau pemeriksaan kapasitas dan potensi kecerdasan tidak WAJIB dilakukan, karena akan bergantung pada kebutuhan dan manfaat bagi anak, lalu apa yang perlu dilakukan orangtua untuk membantu proses tumbuh-kembang anak-anak hingga ke titik optimal? Jawaban dari pertanyaan itu ada pada pemahaman tentang “KETERAMPILAN HIDUP”. Agar potensi yang dimiliki anak dapat berkembang optimal, maka orangtua perlu menjamin bahwa anak-anak anda memiliki keterampilan hidup yang memadai. Alasannya, kita memerlukan seluruh potensi kecerdasan yang kita miliki untuk dapat menjalani kehidupan dengan nyaman. Makanya, kita perlu memastikan bahwa potensi yang kita miliki siap dimanfaatkan untuk menghadapi setiap peristiwa hidup.
soal keterampilan hidup, ada di buku "saatnya melatih anakku berpikir".
salam,
ge
Note : Harga buku Rp. 45.000
berminat : PM or buzz ke Ym : shinta_wahyuni
Relasi = Rejeki
by : Toge Aprilianto
Senyampang kita masih berstatus manusia, maka relasi menjadi sesuatu yang niscaya kita alami. Lebih dari itu, relasi merupakan salah satu penyokong hidup yang penting kita rawat, karena kita akan menghadapi kesulitan tak terkira bila gagal memiliki relasi yang optimal. Sampai di sini, saya percaya bahwa Anda akan setuju. Sekarang, apakah Anda masih akan setuju, bila saya menyatakan bahwa relasi sesungguhnya selalu hanya bersifat personal, bukan sosial? Mari kita renungkan..
Bila kita bicara relasi, maka kita perlu lebih dulu memahami makna sebuah perilaku. Relasi adalah situasi dimana perilaku antar orang yang terlibat akan saling berinteraksi. Itu sebabnya perlu bicara soal perilaku dulu, untuk dapat memahami apa makna yang terkandung di dalam relasi. Apalagi bila saya sebut relasi selalu bersifat personal dan bukan sosial, sementara selama ini kita sering berkata atau menggunakan istilah “relasi sosial”.
Secara ringkas, perilaku dapat dipahami sebagai upaya untuk mendapat kenyamanan. Jadi, tiap kita hanya akan berperilaku ketika kita merasa tidak nyaman sehingga ingin mendapat kenyamanan atau saat kita merasa ada hal-hal yang mengancam keyamanan yang kita miliki saat itu. Hal pokok yang kedua, dalam konsep perilaku, adalah bahwa perilaku merupakan hasil integrasi antar komponen pembentuk yang saling berusaha mengendalikan apa yang kita tampilkan dalam aktivitas yang kasat mata. Tanpa integrasi, maka perilaku tidak akan dapat berlangsung secara optimal sehingga tujuan mendapat kenyamanan juga pasti gagal. Contoh: bila kita berjalan, maka aktivitas berjalan itu baru dapat disebut perilaku yang optimal bila aktivitas berjalan itu betul-betul kita sadari, kita nikmati, dilakukan dengan maksud yang jelas dan sungguh mendapat dukungan penuh dari kondisi fisik kita saat itu. Bila misalnya kondisi fisik tidak mendukung, maka aktivitas berjalan pun bisa jadi tidak optimal. Pincang, misalnya. Bila kita tidak menyadarinya, bisa jadi masalah karena berarti kita berjalan sambil melamun. Bila kita tidak dapat menikmati aktivitas berjalan itu, maka kita akan merasa tidak nyaman selama aktivitas itu terjadi.
Dengan demikian, bila kita menjalin relasi dengan orang lain, itupun pasti hanya akan optimal bila kita melakukannya dengan perilaku yang optimal juga. Secara awam, kondisi inilah yang kita sebut “segenap jiwa-raga”. Bila relasi dibangun tanpa dukungan perilaku yang optimal, maka relasi yang mungkin terjadi juga akan sulit memberikan manfaat buat pihak-pihak yang terlibat. Hal ini sangat lekat kaitannya dengan kenyamanan, karena relasi selalu hanya akan dilakukan selama ada manfaat yang bisa kita peroleh darinya. Jadi, relasi sehat sebetulnya hanya tentang perilaku nyaman. Selama ada pihak yang merasa tidak nyaman, sehingga tampilan perilakunya menjadi tidak optimal, entah ragu-ragu atau merasa terpaksa, maka sadar atau tidak ia akan membuat pihak lain dalam relasi itu juga menjadi tidak nyaman. Kalau sudah begitu, cepat atau lambat relasi tersebut akan rusak karena tidak lagi dirasakan bermanfaat oleh pihak-pihak yang terlibat.
Dari sini kita bisa mencermati bahwa relasi itu sesungguhnya hanyalah alat untuk mendapatkan rasa nyaman yang kita perlukan. Jadi, bila kita melakukan aktivitas yang melibatkan orang lain, maka hal itu sebetulnya juga hanya dimaksudkan untuk mengambil manfaat dari orang-orang yang ketika itu kita libatkan. Walau aktivitasnya nampak dilakukan bersama-sama, tapi yang terjadi sebetulnya hanyalah proses internal dalam diri tiap-tiap orang yang terlibat. Bahkan mereka yang perannya jadi pihak yang dilibatkan, sebetulnya juga hanya berusaha mendapatkan manfaat dari orang-orang yang mengajaknya terlibat. Coba direnungkan, apa yang membuat mereka memutuskan untuk mau diajak terlibat dalam relasi itu? Tentu, karena mereka menilai bahwa keterlibatan mereka akan membuat mereka mendapatkan manfaat bagi kepentingan pribadinya. Bila tidak terlihat akan ada manfaatnya, maka dapat dipastikan mereka akan menolak ajakan itu. Catatan: manfaat di sini tidak selalu berarti hal-hal yang sifatnya material-komersial. Sekadar perasaan nikmat karena suka melakukan hal itu, juga termasuk manfaat yang mungkin mendorongnya setuju untuk terlibat.
Sampai di sini, jelas bahwa relasi sesungguhnya selalu bersifat personal, bukan sosial. Ketika relasi terbangun, hal itu menunjukkan bahwa orang-orang yang terlibat di dalamnya menilai bahwa relasi itu akan membawa dampak menyenangkan bagi mereka masing-masing. Bukankah begitu adanya? Jadi, apa Anda dapat setuju dengan saya, bahwa relasi selalu bersifat personal?
Selanjutnya, karena sifatnya yang personal itu, maka kita juga perlu memahami bahwa relasi selalu memerlukan KESEPAKATAN. Tanpa kesepakatan, maka kita pasti kesulitan mendapatkan orang yang bersedia diajak terlibat dalam sebuah relasi yang kita harapkan dapat memberikan manfaat dan kenyamanan buat kita. Kesepakatanlah yang menentukan apakah sebuah relasi dapat dibangun dan berfungsi optimal demi mendukung upaya memperoleh manfaat dan kenyamanan buat semua pihak yang terlibat. Itu sebabnya kita sering mendengar istilah “win-win” kalau kita bicara tentang relasi. Memang, relasi yang optimal hanya akan terjadi saat atmosfer di dalamnya bersifat “win-win”. Bila tidak, pasti akan ada pihak yang merasa dirugikan sehingga ia juga merasa kehilangan kenyamanan. Dampaknya, ia akan berbuat sesuatu untuk mendapat kenyamanan, entah apa cara dan bentuknya, termasuk membuat orang lain menjadi tidak nyaman juga. Bila ini yang terjadi, maka relasi dapat diramalkan bubar dan tidak ada lagi yang bisa mendapatkan manfaat dari relasi tersebut.
catatan:
lebih komplit tentang relasi yang bersifat personal, ada di buku “Kurangkul Diriku Demi Merangkul Bahagiaku”.
salam,
ge
Note :
Harga Buku Rp. 40.000
berminat : pm or buzz ym ke shinta_wahyuni
Kembali lagi
seneng rasanya bisa balik lagi disini...
rindu nulis
rindu cerita ke temen-temen
rindu curhat ke temen-temen
rindu baca sharing dan cerita temen-temen
rindu tips, rindu keponakan disini
akhirnya
aku putuskan kembali ke rumahku....
ahhh
emang lebih nyaman disini.... :)
Senin, 04 Januari 2010
SMS Premium
Buat yang pake layanan XL BB unlimited, pernah gak ya dikirimin SMS Premium dari 98***6 pada saat pertama kali mengaktifkan layanan BB ?
Nah, ini kejadian di saya, waktu ngaktifian layanan ini tanggal 27 Dec 2009 yang lalu sekitar jam 4an pagi, jam 8.30 saya menerima SMS Premium dari nomor tersebut. Saya pikir ini Free karena saya merasa (baru merasa loh yaaa) gak pernah registrasi untuk menerima layanan apapun, secara nomor HP Xl saya terakhir dipergunakan tanggal 4 Nov 2009 dan setelah itu off dan baru diaktifkan tanggal 26 Dec 2009.
Saya sudah mulai curiga ketika pulsa saya berkurang dengan draktis padahal gak saya pakai untuk telpon or SMS, kalopun dipake itupun dengan tarif promo XL yang mumer.
Isi SMS itu : menginformasikan Peluang Beli BB murah, ada Fitur & Perangkat murah untuk BB, dan segala hal yang berkaitan dengan BB.
Nah kemarin saya uji coba nich, isi pulsa 10.000 sajah, mau tau apakah pulsa saya berkurang tanpa saya pergunakan samsek untuk SMS or telpon. Pas jam 12 saya cek, masih Rp. 5.035, amaaan. Ech sewaktu jam 4an saya cek lagi, tralaaaaaa ternyata sudah berkurang menjadi Rp. 2.835 berkurang Rp. 2.200
Hubungi CR XL...sussyeh....bolak balik.....akhirnya bisa pas jam 7an malam, saya kemukakan komplain saja dan menanyakan kemana pulsa saya menghilang....dan jawabannya adalah :
Pulsa Ibu kepotong Rp. 2.200 setiap kali menerima SMS Premium dari 98****6...
Gubraaak, saya bilang saya gak pernah aktifin layanan ini, bagaimana bisa.... ?
Katanya, gak mungkin bu...layanan ini aktif kok di HP Ibu, ya sudah saya bantu untuk nonaktifkan dari Xl Center ya bu....
Okeh lah.... kalo masih aktif juga, saya akan complain lagi ke anda.
Secara saya males beragumentasi, secara suara saya berpacu dengan suara kendaraaan disamping saya.... dan saya juga mau cari bukti-2 di XL saya, apakah benar saya gak ngaktifin layanan ini.
Hari ini SMS premium pemakan pulsa itu tidak datang lagi.... amaaaan.
Sharing dunk... kalian diganggu juga gak ?