Masih inget khan beberapa waktu yang lalu tentang si Mbak gak jadi pulkam setelah membaca surat saya ( yang belum baca bisa lihat di
sini ).
Nah, hari Sabtu sepulang saya
Jalan-Jalan sama Dika, saya menemukan Secarik kertas ini diatas containernya Dika, berisi :
De Yuni
Maafin, Sumi jadi pulang kampung hari ini juga.
Kalo De Yuni sudah dapat ganti, Sumii Senang
Maafin ya De, tadi enggak pamitan
Terima Kasih
Sumi
Duh, kali ini saya yang kalang kabut, soalnya si calon Mbak ngabarin kalo dia ternyata gak bisa kerja, lagi sakit. Saya pusing tujuh keliling, minggu pagi akhirnya hunting cari ART, nemuin satu-satu calon ART. Tapi sampai sore hasil Nihil.
Akhirnya jam 19.30 WIB, Ibu telpon, ngabarin kalo ada yang mau ngebantuin kerjaan di rumah. Alhamdullilah, saya lega banget, akhirnya saya bisa narik nafaaas.
Saya sudah perjanjian sama si Mbak baru bahwa statusnya adalah sebagai pengganti saja, kalo seandainya Mba Sumi balik lagi, saya akan minta dia kerja kembali kepada saya, semata-mata saya gak tega, karena dia adalah tulang punggung keluarga.
** usut punya usut, kepergian mba Sumi ini karena malamnya Dia bertengkar dengan suaminya. Ini memang sudah sering sekali terjadi dalam sebulan terakhir dan mungkin malam itu adalah puncaknya sehingga dia benar-benar memutuskan untuk kembali ke kampung.
Semoga Mba Sumi dan Anaknya tetap sehat dan selalu berada dalam lindungan Allah SWT dan semoga Ia cepat kembali ke Tangerang. Amin