Senin, 16 Juni 2008

Tentangku seminggu ini

Seminggu lalu sampai hari ini adalah Hari yang benar-benar melelahkan buat saya, ya pikiran ya tenaga, Rencana perusahaan kami untuk melakukan kerjasama dengan salah satu perusahaan di Bosnia and Hezergovina ternyata disambut baik oleh perusahaan tersebut.

Diapprovenya surat undangan oleh Kementerian dan Kepolisan Negara tersebut benar-benar bikin kami jumpalitan, informasi semula bahwa Surat Undangan tersebut masih baru bisa disetujui pada akhir Juni, ternyata pada Senin tanggal 9 Juni surat tersebut telah selesai dan baru di forward by UPS ke kantor kami.

Duh, saya gak banyak berpikir begitu dapat scan surat tersebut saya langsung menghubungi pihak kedutaan di Jakarta, Syukurlah ternyata mereka bisa bantu memproses Visa meskipun Surat Undangan Asli belum mereka terima. Ada kendala sedikit pas pengiriman dokumen, tapi semua bisa diatasi melalui Pak Maulana, staff di kedutaan Bosnia and Hezergovina. Trims ya Pak

Setelah menerima informasi bahwa Visa selesai, akhirnya kami bisa membeli tiket lufthansa yang kami pesan, sambil saya masih menyiapkan presentasi serta bahan - bahan kerjasama yang akan dibicarakan. Menyiapkan ini sangat membutuhkan energi yang berlipat-lipat dan memakan waktu ( Thanks to Dika and Papa yang memahami kondisi ini).

Sebenanrnya Senin-Selasa ini ( 16-17 Juni ) adalah hari Cuti saya, tapi mau gak mau harus saya korbankan demi kelancaran perjalanan ini.

16 Juni 2008
Ternyata, semua tidak sesuai harapan.
Saya tidak memperhitungkan kondisi ini, salah satu  bos saya tidak bisa berangkat karena Ia tidak memiliki Visa Schengen. Visa ini dibutuhkan karena untuk sampai di Sarajevo, rute yang harus kami ambil adalah : Jakarta-Frankfurt-Munich- Sarajevo.

Karena adanya 2 kota Schengen yang dilalui ( Frankfurt-Munich) maka diperlukannya Visa Schengen. Duh, saya hampir pingsan setelah mendapat telpon dari Lufthansa Airport. Saya coba Call ke LH pusat untuk mencari Solusi dan  jawaban mereka adalah : HARUS ADA VISA SCHENGEN. .

Ya sudah, dengan terbata-bata saya sampaikan hal ini kepada kedua Boss saya, ech ndelalah si Boss malah cerita pengalamannya waktu ke Jerman dulu dan memang untuk kondisi tersebut harus ada Visanya....Duh kenapa gak dari kemarin-kemarin pak.

Akhirnya, dengan semangat 45, saya mencoba mencari alternatif Arilines yang lainnya, cari demi cari, akhirnya dapatlah Airlines yang bisa membawa Bos-bos tersebut ke Sarajevo.

Jakarta - Bangkok (by TG ) - Vienna - Sarajevo (by Austrian Airlines ).

Akhirnya semua sudah confirm dan sore itu juga saya mengambil tiket ke Austrian Airlines. Ternyata tiket baru bisa diambil besok karena sistem mereka sedang mati.

17 Juni 2008
Saya putuskan untuk tidak mengambil cuti saya hari ini, biarlah masih bisa terbayar pada hari yang lain, perasaan saya belum tenang kalo Boss belum Take off dari Bandara Soekarno Hatta.

Dari rumah saya langsung menuju Austrian Airlines untuk memastikan tiket bisa diambil dan mampir ke Thai Airways untuk memastikan rute JKT-BKK sudah confirm. Ketemu oleh Ibu .... (saya lupa namanya, counter sebelah kanan dari Pintu masuk TG), Ia menginformasikan bahwa tidak ada masalah dengan keberangkat kedua Boss saya, mereka tinggal naik ke Pesawat saja.

Ternyata feeling saya benar sekali, sampai di Airport si Boss telpon :

Shin, ada masalah dengan reservasi saya dan P'Bin, reservasi tercancel karena belum di reconfirm dan terindentifikasi belum punya tiket.

Hahhh, gak mungkin pak, pagi tadi saya sudah memastikan semuanya OK di TG. Coba pak saya mau bicara sama orang TGnya ( gak pernah bisa bicara, entahlah apa maksudnya ).

Akhirnya saya confirm lagi ke Austrian Airlines, apa yang salah dengan reservasi mereka, saya pastikan lagi ke Travel Agentnya, sektor yang tercancel diaktifkan lagi, telpon ke TG memastikan semua OK dan mengabarkan ke Boss saya bahwa everything is OK.

Akhirnya tepat jam 12.45 Boss meninggalkan Jakarta.

Semoga Selamat sampai tujuan ya Pak,
semoga kaul kita tercapai ya Pak,
semoga sukses ya Pak,
Doa kami untuk Bapak di sana,
Amin


*** Hiks....mudah-mudahan semua berjalan lancar, negara ini khan negara konflik, jadi agak was-was juga....


CINTA SEJATI

Dapat pesan ini dari teman,

Jangan pernah katakan cinta Jika kamu tidak pernah peduli,
Jangan bicara tentang perasaan Jika rasa itu tidak pernah ada,
Jangan pernah genggam jemari Jika berniat membuat patah hati,
Jangan pernah katakan selamanya Jika berniat untuk berpisah,
Jangan pernah menatap mataku Jika yang kamu ucapkan
adalah kebohongan,

Jangan pernah ucapkan "Halo" Jika berniat mengucapkan "Selamat Tinggal", Jangan pernah bilang kalau "Akulah satu-satunya" Jika kamu
mengimpikan yang lainnya,

Jangan pernah mengunci hatiku Jika kamu tidak punya kuncinya.

kirim ini ke 10 teman kamu dalam waktu 20 menit.
Untuk mendapatkan cinta yang sejati


Hahaha.... masa iya sich Cinta Sejati bisa didapat dalam 20 menit dan hanya mengirimkan pesan tersebut ke 10 orang....

Ada-ada aza ya.....

Jumat, 13 Juni 2008

KANGEN ...............

Dah beberapa hari gak sempet up date MP, rasanya kangen banget....

Sampai selasa besok paling cuma bisa mampir sebentar ke rumah temen-temen, ninggalin jejak ataupun ngasih coment dikit,
ataupun tidak sama sekali


Jadi mohon dimaafkan kalo ada yang gak saya tengokin yaaa
Soalnya lagi ngejar dateline sampai Senin Depan....(selasa mau cuti dulu )

Doain ya,
 semoga apa yang kami lakukan bisa berhasil, siapa tahu hal ini bisa membuat perubahan dalam kehidupan saya dan temen-teman saya....Amin





Senin, 09 Juni 2008

Sharing.....Menjenguk 2 Bayi Baru

Minggu kemarin berbekal buku BAYIKU ANAKKU saya mengunjungi 2 orang tetangga saya yang kebetulan baru melahirkan, dua-duanya adalah Ibu Muda dan ini anak mereka yang pertama.

Kunjungan Pertama, Bayi Sony dan Ririn
Bayinya perempuan berusia 2 minggu, saya gak sempet menanyakan apakah si Ibu dapat IMD, ASIX atau tidak, soalnya pas saya datang si Ibu lagi sibuk merah ASInya dan saya heboh dengan Dika, kunjungan saya cuma sebentar di rumah mereka. Saat itu yang saya tau si Bayi sedang diajarin untuk minum susu pake Botol, katanya biar terbiasa kalo mamanya mulai kerja. Saya gak sempet bicara banyak karena saya merasa gak nyaman untuk mensosialisasikan ASI lebih jauh karena waktu saya ajarin dia tehnik Marmet (pas dia lagi merah), dia gak ada respon positif. Jadi saya keburu Males.


Kunjungan Kedua, Bayi alif
Bayi Laki-laki berusia 2 minggu, beratnya 4,1 kg. Asi + Sufor
Dirumah ini saya sempet sharing keunggulan ASI, caranya menyusui, cara memerah ASI, dan cara menyimpan ASI. Respon si Ibu dan Kakek begitu positif, si Ibu sangat ingin memberikan ASI saja mengingat ASInya sangat banyak dan problem memberikan sufor hanya karena si Bayi gak sabar menyusu pada si Ibu yang ternyata putihnya kecil sekali, hampir gak ada malah. Dan terlebih untuk mengobati kecemasan sang Nenek dan Kakek.

Dan yang lucu, kemarin si Ibu kekeh banget mau nyusuin Alif, meskipun Sang Nenek menawarkan membuatkan Sufor.... Bravo mama Alif

Selain itu saya juga memberikan informasi tentang Imunisasi...ternyata Alif sama sekali belum HepB, pas pulang cuma dikasih polio saja. imunisasi berikutnya BCG dan selanjutnya belum tahu apa.... jadi belum diberikan HepB sama sekali.

Hari ini saya sedang browsing artikel tentang ASI, karena saya janji untuk memberikan informasi sebanyak mungkin tentang ASI...saya beneran semangat sekali, jadi pengin cepet-cepet punya baby.... hihihi...

Temen,
Kalo punya Artikel or Link tentang ASI tolong ya...
Saya lagi mengumpulkan gambar posisi pelekatan dan memerah ASI, dah dapat beberapa artikel...makasih ya Sisil, Mba Luluk, Mba Rahadian, deelel...

Ditunggu ya...Makasih
mohon kirim ke : mama.andika@gmail.com

19 .....lebih keren khan....




















Dika 17 Nov 2007, 23 kg


Hahhhhhh......serius bu ?
Cuma itu yang mama ucapkan waktu Eyang ti ngasih tahu berat badan Dika sekarang.

19 kg...Anak mama bener-bener melangsing sekarang....Gak kayak dulu....Ndut


Bulan Maret yang lalu nimbang masih di 21 kg, pasca sapih Dot dan lebih banyak aktifitas membuat lemak - lemak itu gak bersarang lagi ditubuh Dika.

Yang heran...tetangga masih aza komen....
Dika sekarang kurus ya.... kok bisa kurus sich...emang gak dikasih susu lagi...

So what gitu loch....anak-anak gw...mo gw apain khan terserah gw....

Sehat terus ya ndung....
Doa Mama and Papa untukmu selalu




Dika 9 Juni 2008, 19 kg


Naik Kuda...Asyiik

(ngeliatin Kuda )

Hari Sabtu lalu, pas dirumah Mbah Kakung lagi sibuk-sibuknya, Dika ma Mama pamit mau ke rumah Mba Esti untuk beli buku Bayiku Anakku. Sebelumnya Mba Esti nawarin ketemuan di depan Alpha biar sekalian bisa naik Delman dan Kuda. Tapi mama berpikir biar gak terlalu lama karena Dika pasti akan minta berkali-kali Naik Delman maka dipilih ketemuan dirumahnya aza.

Ech, ndalalah didekat rumah Mba Esti ada Delman yang lewat yaa Dika otomatis ngeliat dan ini yang bikin kunjungan ke rumah Ms. J jadi kurang semarak, soalnya abis ngambek Dia malah tidur di Sofa yang nyaman itu....payah dech.

Papa telpon dan bilang ajak naik Delman dulu aza biar gak ngambek  sampe rumah, ya sudah diturutin dech.

Ternyata mahal juga, kalo diciledug sekali muter borongan bayarnya Rp. 5.000 tapi di situ Rp. 10.000 ( mungkin karena lokasinya ya ).

Karena waktunya juga sempit, mama cuma bolehin Dika 1x naik delman dan 2x naik Kuda.

Wah seneng banget dia...sampai rumah ceriaaa banget.


Minggu, 08 Juni 2008

Bangga Dech

(Kakung lagi Ndalang )

Malam Minggu kemarin, Sanggar Mbah Kung " Cermo Laras " kebagian jatah untuk anjangsana Wayang, anjangsana ini memang dilakukan bergilir setiap bulan (jadi seperti arisan) oleh sanggar budaya khususnya yang memang mendalami Pedalangan. Acara tersebut telah 2x dilakukan di sanggar Mbah Kung, sebelumnya bulan Januari waktu Dika di Imunisasi dan yang kedua adalah Malam Minggu  tanggal 7 Juni 2008.

(Nonton wayang jam 3.00 pagi)

Nah, karena Dika memang penggemar wayang, acara kali ini gak dilewatkan banget, Dia bela-belain gak tisur dari jam 8 malam sampe jam 10.30 malam cuma ingin melototin mbah kung ndalang. Sebelum acara dimulai, masih nunggu beberapa tamu undangan, Dika ngotot pingin naik ke Panggung. Ya udah mau gak mau diturutin, daripada jejeritan.

(muterin gunungan)

Ech, dipanggung Dia menampilkan suguhan yang lumayan mencengangkan, gak disangka anak mama ternyata bisa memainkan  wayang seperti dalang beneran....sambil ngecrek....hihihi....gak sangka.

Karena banyak yang lihat, mama jadi tambah kagum......soalnya pada bilang wah, pasti gak akan putus nih trah dalang, kemungkinan akan jatuh ke Dika.

Mama sich gak masalah kalo Dika akan mencintai kesenian ini tapi jangan jadi yang utama dan profesi, karena mama gak kepingin Dika mewarisi hal-hal jelek dan beberapa sifat jelek dari profesi ini.