Kamis, 08 November 2007
Cerita seorang kawan
Alasan yang dikemukan Mr. J pada saat penolakan pinjaman adalah adanya AS dikantor akan menyebabkan perusahaannya akan diteror, akan dipasangi bom, dll ( apa iya yach ??? ) dan akan menyebabkan suasana yang tidak nyaman dikantor. As dengan terpaksa menandatangani surat pengunduran diri ( yang dipaksa ) dan hanya diberikan pesangon 3 bulan gaji ( padahal sudah bekerja 4 tahun ).
Dari Em, aku mendapatkan informasi bahwa ternyata Mr. J diprovokasi oleh tangan kanannya ( Mrs. MM ), ia mengatakan bahwa mau berapa tahun AS bisa melunasi pinjaman, mendingan uangnya dipergunakan untuk keperluan yang lain. Mrs. MM ini seperti musuh dalam selimut bagi setiap karyawan disana, akupun merasakan hal yang sama, dibalik kebaikannya ternyata Ia mencari cara untuk menjatuhkan rekan - rekannya yang dekat dengan Mr. J.
Setelah beberapa tahun, akhirnya Mr. J mendapatkan bahwa perusahaan mulai menurun pendapatannya dari bulan ke bulan, sedangkan Mrs. MM tidak bisa memberikan keuntungan yang nyata karena uang perusahaan banyak dihabiskan untuk entertaiment yang juga tidak nyata, akhirnya perusahaan Mr. J satu persatu mulai merosot dan sampai akhirnya beberapa gedung harus disita bank ( karena tidak bisa membayar pinjaman bank), sempat dibobol maling, dan yang kudengar saat ini untuk menjalani usahanya, Ia menyewa salah satu lantai disebuah gedung dan uahanyapun hanya beberapa saja yang masih bisa berjalan.
Sedangkan Mrs. MM dipecat juga, ternyata suaminya mengindap penyakit yang cukup serius yang tidak bisa diobati dan akhirnya meninggal, sedangkan Ia balik ke kampung lagi dan membuka usaha Kursus Komputer.
Temanku AS, saat ini tetap bekerja diperusahaan swasta, telah menikah, memiliki keluarga yang bahagia.
Sampai saat ini aku menyakini bahwa mungkin saja itu adalah balasan bagi Mr. J yang tidak mau memberikan pinjaman bagi temanku, dan balasan bagi Mrs. MM karena sifatnya yang selalu menjatuhkan orang lain.
Tapi hanya Allah SWT yang mengetahui apa dibalik semua kejadian itu.
Rabu, 07 November 2007
Senin, 05 November 2007
Cinta Fitri - Episode terakhir
Sebeeeel banget
nonton episode terakhir Cinta Fitri semalem, padahal udah dibela – belain pulang soreaan (tujuan utamanya sich mau masak makan malam), ech ceritanya ngambang gituuuuuu.
Maklum sebagai penggemar setia “ Cinta Fitri “, kayaknya gak rela kalo ceritanya gak Happy ending gitu, mungkin maksudnya yang punya PH, dengan cerita yang ngambang disession 1, session 2 bisa lebih menarik cerita. Tapi gak tau ach, apa masih pengin nonton lagi, biasanya moodnya udah lain.
Tapi kalo gak lihat senyum & kerlingan Tengku Wisnu, mana tahan
( he, he, he, jangan cemburu ya Pap ). Ech, papa itu juga penggemar setia Cinta Fitri (beneran loch, tapi penggemar setia yang terpaksa), malah jarang ketinggalan, kalau aku nontonnya disambi masak, jadi kadang – kadang ya suka ketinggalan malah kadang – kadang suka ketiduran nontonnya, besoknya nanya papa jalan ceritanya ( terbalik yach).
Minggu, 04 November 2007
Delapan Kebohongan Seorang Ibu
Cerita ini kudapatkan dari salah satu milis, betapa sesak dadaku membacanya, betapa tak tahan air mataku menitik membaca cerita ini, oh Ibu betapa aku sangat mencintai Engkau berdua, betapa jasamu tak tergantikan, betapa kasih sayangmu tak tergantikan, betapa, betapa....aku tak sanggup melanjutkannya, begitu penuh rasanya dada ini.
Delapan Kebohongan Seorang Ibu Dalam Hidupnya Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia.
Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata: "Makanlah nak, aku tidak lapar" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA
Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk disampingku dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan sumpitku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata: "Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA
Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaannya menempel kotak korek api. Aku berkata: "Ibu, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu masih harus kerja." Ibu tersenyum dan berkata: "Cepatlah tidur nak, aku tidak capek " ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA
Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi, menandakan ujian sudah selesai. Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata: "Minumlah nak, aku tidak haus!" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT
Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka, ibu berkata: "Saya tidak butuh cinta" ----------KEBOHONGA N IBU YANG KELIMA
Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan Abangku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata: "Saya punya duit"
----------KEBOHONGA N IBU YANG KEENAM
Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku:
"Aku tidak terbiasa" ------KEBOHONGA N IBU YANG KETUJUH
Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker lambung, harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di seberang samudra Atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku Melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi seperti ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata: "Jangan menangis anakku, aku tidak kesakitan"
----------KEBOHONGA N IBU YANG KEDELAPAN.
Kalau ya, coba kita renungkan kembali lagi.
Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi ortu kita, lakukanlah yang terbaik. Jangan sampai ada kata "MENYESAL" dikemudian hari.
Kamis, 01 November 2007
Dika & Mandi
Dika paling senang kalo mandi sore karena bisa mandi pake selang, karena kamar mandi dirumah eyang tidak cukup, makanya dia lebih senang jika mandi di luar rumah.Lebaran ke-2, aku baru liat dika mandi diluar rumah, katanya, ma andi ancuran, andi ancuran ( ma mandi pancuran ) . karena lebaran ya boleh aza sich....
Menurut eyangnya, rutinitas ini sering dilakukan ?, aman gak yach ????

Rabu, 31 Oktober 2007
Dika & Berat Badan

Berat badan Dika sekarang ini adalah 25 kg ( pas Kontrol September lalau, bulan ini mungkinn sudah naik lagi, karena aku sudah kesusahan gendong Dika ).
Usianya memang baru 3 tahun, tapi beratnya seperti anak 5-6 tahun. Karena penasaran hari ini kusempatkan buat graphic berat badan Andika, woow emang pesat sekali, dika gak pernah susah makan, minum susu doyan, ngemil ( biscuat or roti) jalan terus, minum air putih sekali bisa lebih dari 2 liter, yang susah cuma makan buah.
Mungkin bakat gemuk diambil dari mama n papa ya, eiiit mbah kung juga genduut tuch.
Omong - omong soal gendut, karena Dika badannya paling gede diantara temean - temannya ada 2-3 teman seusianya yang takut kalo ketemu Dika ( he, he, he, tapi yang takut cuma temen cewek, ih bahkan ada yang sudah TK tapi takut kalo ketemu dika ), padahal dika khan gak nakal, cuma kalo gemes suka nyubitin, sakit lagi, mungkin itu yang bikin temen-temennya takut.
Yang penting Andika sehat selalu meskipun genduuut, tambah pinter, banyak rezeki, sholeh, semuanya dech....Amin
Senin, 29 Oktober 2007
Perkedel Ikan Kakap
BAHAN :
2 tangkai daun bawang, iris halus
1/2 sendok teh garam
1 sendok teh kecap penyedap
3 siung bawang putih, cincang halus
3 sosis goreng (seharusnya butir telur puyuh rebus )
1 butir telur, kocok lepas
minyak untuk menggoreng
CARA MEMBUAT :
Aduk daging ikan kakap, daun bawang, garam, kecap penyedap, dan bawang putih.
-
Bentuk bulat, di bagian tengah letakkan telur puyuh. Celupkan dalam telur setelah itu goreng kering.
Dengan H2C masukkin Perdekel ini ke tempat makannya papa. Semoga papa doyan.
Sampai dikantor aku telp papa,
Mama : Pa dah sarapan belum ( karena masuk papa masuk kantornya jam 8, jadi rutinitas sarapan sekarang kami lakukan di kantor masing-2).
Papa : udah
Mama : pake menu yang mana ( memang hari ini menu sarapan n makan siangnya beda)
Papa : Pake yang digulung-gulung, emang apa ma? tempe yach
Mama : ha, ha, ha, pap itu khan ikan kakap, emang papa gak bisa ngerasain ?
Papa : Enggak terlalu berasa ikannya n gak terasa amis banget
Mama : tapi suka gak ? enak gak ?
Papa : Enaaaaak ( untuk yang satu ini aku gak tahu papa serius ato nyeneng-2in doang)

Mama : Syukur dech kalo enak, udah dulu yach, daaagh.
Pap, tunggu, menu - menu berikutnya yach.
